PSSI Targetkan Liga Putri 2027, Fondasi Dibangun Via Kompetisi Nasional
PSSI mencanangkan Liga Putri akan kembali digelar mulai tahun 2027. Berlandaskan itu, fondasi mulai dibangun lewat Kompetisi Sepak Bola Putri Nasional.
Bertajuk Hydroplus Soccer League, kompetisi liga putri usia dini digelar di empat kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kudus.
Kompetisi ini diikuti oleh total 90 tim yang berasal dari berbagai sekolah sepak bola, akademi, dan klub-klub Indonesia dengan sistem kompetisi penuh.
Fokus kepada kelompok usia kategori U15 dan U18, ini juga menjadi langkah awal menuju hadirnya liga profesional sepak bola putri yang ditargetkan PSSI pada tahun 2027.
pemain ini nantinya akan menjadi kekuatan klub-klub di Liga Putri Profesional di usia yang lebih matang pada tahun 2027 nanti.
Direktur Program Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengutarakan bagaimana bakti Olahraga Djarum Foundation—yang menjadi kolaborator utama dalam kompetisi ini—menyiapkan peta jalan pengembangan ekosistem sepak bola putri di Indonesia.
Sebelumnya, Djarum Foundation telah lebih dulu menyelenggarakan sejumlah turnamen usia muda, di antaranya adalah MilkLife Soccer Challenge untuk kelompok usia U-8, U-10, dan U-12 yang mulai bergulir sejak 2023, serta Hydroplus Piala Pertiwi untuk kategori U-14 dan U-16 yang dimulai pada 2025.
“Kami sedang membangun ekosistem pembinaan sepak bola putri yang berkesinambungan. Hydroplus Soccer League merupakan lanjutan dari program yang telah kami jalankan melalui MilkLife Soccer Challenge dan Piala Pertiwi,” papar Teddy.
“Dengan adanya liga ini, para pesepak bola putri memiliki wadah untuk terus berlatih dan berkompetisi di jenjang berikutnya,” terangnya.
Pertandingan Hydroplus Soccer League sudah dimulai pada 4 Oktober 2025 di Jakarta, hingga 31 Mei 2026.
Kota Bandung sudah memulai kick-off-nya pada 12 Oktober di lapangan Infini Soegiri Pudsikpom Cimahi, melibatkan 10 tim U-15 dan 8 tim U-18.
Fondasi Sepak Bola Putri Jadi Pioneer
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah), Presiden Direktur Djarum Foundation, Viktor Hartono (kiri) dan Veronoca Tan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (kanan) foto bersama wakil dari Sumatera Utara dan Papua usai laga semifinal All Stars Piala Pertiwi 2025 di Supersoccer Arena, Sabtu (12/7/2025) siang.
Direktur Teknik (Dirtek) Putri Patriot Bekasi, Nur Alim, menilai untuk melangsungkan sepak bola putri di Indonesia memang membutuhkan fondasi terlebih dahulu setelah terakhir kali dilangsungkan pada tahun 2018.
Pesepak bola timnas putri Indonesia Vivi Vera Fernanda (kedua kiri) berselebrasi bersama rekan-rekannya usai berhasil mencetak gol ke gawang timnas putri Malaysia pada pertandingan penyisihan Grup A Kejuaraan ASEAN Putri U-16 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2025). Timnas putri Indonesia U-16 memastikan lolos ke semifinal setelah menang atas Timnas putri Malaysia U-16 dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom.
Hadirnya kompetisi sepak bola putri nasional dengan usia 15-18 tahun dapat menjadi pionir untuk bisa digelarnya Liga Putri 2027.
“Ya, sangat bagus ya. Selama ini kan kompetisi untuk usia 15-18 kategori untuk putri. Ini syukur diadakan di wilayah Jawa Barat,” kata Nur Alim.
“Jadi kelihatanlah calon-calon bibit pemain yang, kalau kita lihat, mereka begitu antusias. Jadi saya support, maksudnya saya mengapresiasi kompetisi ini,” ucapnya.
Sepak Bola Putri Tak Kehilangan Arah
Pelatih Akademi Persib Putri, Vicry Aries Nugraha, menjelaskan bagaimana situasi sepak bola putri yang selama ini tak punya arah.
Lewat kompetisi resmi seperti ini, tentu memberi motivasi lebih bagi pemain putri untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Gelaran Hydroplus Soccer League mulai 2025 untuk fondasi Liga Putri 2027.
“Dengan adanya liga ini, anak-anak punya tujuan dan semangat baru. Sebelumnya mereka hanya latihan tanpa kompetisi resmi. Sekarang ada wadah untuk menunjukkan kemampuan dan mengasah mental bertanding,” ujar Vicry.
Ia menilai, kompetisi yang berkelanjutan akan membantu mencetak pemain-pemain terbaik putri Indonesia di masa depan.
“Ketika kompetisi berjalan rutin, peningkatan pemain terlihat lebih jelas dibandingkan dengan turnamen tidak resmi. Karena itu, penting sekali ada kejelasan agenda kompetisi tiap tahun agar semangat mereka tetap terjaga,” ucapnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.