Musim Rambutan Jatuh di Bulan Apa? Ini Jadwal Panen Buahnya!

Rambutan merupakan buah tropis yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Buah ini dikenal memiliki warna merah, kuning, atau hijau, tergantung jenisnya.
Rasanya yang manis dan mudah didapat membuat buah rambutan memiliki banyak penggemar.
Untuk mendapatkan rambutan, bisa dengan membeli langsung di toko buah, supermarket, pasar, memanen di pohon milik pribadi, atau memetik langsung di tempat wisata petik buah yang kini ada berbagai daerah.
Sayangnya, rambutan hanya bisa ditemui ketika sudah waktunya berbuah saja, atau biasa disebut buah musiman.
Tak heran jika akhir-akhir ini di sosial media ramai pernyataan, “belum makan rambutan di tahun 2025”. Hal ini dikarenakan rambutan memang belum memasuki masa berbuah.
Kapan musim rambutan tiba?
Daging buah rambutan cenderung memiliki rasa manis.
Rambutan merupakan tanaman musiman yang tumbuh baik di daerah beriklim tropis dengan dua musim, yaitu hujan dan kemarau.
Umumnya, rambutan mulai berbunga menjelang akhir musim kemarau atau ketika curah hujan mulai meningkat.
Seperti dijelaskan Theresia Prawitasari dan kawan-kawan dalam Jurnal “Induksi Pembungaan Rambutan dengan Aplikasi Paklobutrazol” (2005) dari Departemen Biologi, FMIPA Institut Pertanian Bogor, tanaman rambutan memiliki sifat berbunga dan berbuah serempak dengan musim berbuah yang berlangsung singkat.
“Musim berbunga terjadi sekitar bulan Juli-Oktober, dan musim panen sekitar bulan November-Februari,” jelasnya.
Sementara itu, Hendro Sunarjono dalam Buku “Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah” (2013) terbitan Penebar Swadaya juga menerangkan, rambutan dapat dipetik setelah matang pohon atau berumur 120 hari setelah bunga mekar.
Kata petani soal musim rambutan 2025
Musim rambutan biasanya hadir di akhir tahun hingga awal tahun.
Baik musim berbunga maupun musim panen rambutan memang memiliki waktu yang berbeda di setiap daerah, tergantung kondisi cuaca dan lokasi tanam.
Seorang petani rambutan di Kecamatan Purwadadi, Subang, Jawa Barat, Isti Sitihindun (35) menjelaskan bahwa musim rambutan tahun 2025 ini diperkirakan mundur jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Isti mengungkapkan, rambutan biasanya akan berbunga pada bulan Juni, berbuah di bulan Oktober-November, dan siap dipanen pada bulan Desember-Februari.
“Sepertinya kemarin terjadi perubahan (cuaca), hujan masih turun di bulan Juli-Agustus. Karena diguyur hujan terus-menerus, beberapa pangkal bukan keluar bunga, tetapi justru daun muda,” terang Isti saat dihubungi KOMPAS.com, Kamis (9/10/2025).
Sebab itu, petani sekaligus dosen di Universitas Mandiri Subang tersebut memprediksi musim rambutan tahun 2025 akan mundur.
“Puncak panen mundur, sepertinya akan terjadi pada Januari,” tambah Isti.
Kemudian, menanggapi warganet yang mengatakan, “belum makan rambutan di tahun 2025,” Isti juga menuturkan jika pernyataan tersebut kurang tepat, karena jika melihat waktunya, musim rambutan biasanya memang terjadi di akhir hingga awal tahun.
“Sebetulnya statement belum makan rambutan di 2025 kurang tepat, karena mungkin kita sudah makan atau menemui rambutan di awal tahun (2025) ini,” jelasnya.
Jadi, kalau belum sempat menikmati rambutan tahun ini, bersiaplah karena musim panennya akan segera tiba. Pastikan memanfaatkan momen terbaiknya untuk mencicipi buah segar tersebut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.