Tantangan David Jalani Jasa "Gue Temenin Jalan", Harus Siap Terima Komplain

orang asing, jasa pendamping, Jasa Gue Temenin Jalan, Gue Temenin Jalan, jasa teman jalan, jasa teman curhat, tantangan gue temenin jalan, Tantangan David Jalani Jasa, 1. Pintar public speaking untuk hadapi beragam karakter, 2. Menghadapi komplain dari pelanggan, 3. Menyesuaikan diri dengan keinginan pelanggan, 4. Menjadi pendengar yang baik, 5. Membangun kepercayaan dengan pelanggan

Menjalani usaha jasa unik bernama Gue Temenin Jalan tentu tidak selalu berjalan mulus. Sang pendiri, Johanes David Gratias Pero (32),  mengaku menghadapi sejumlah tantangan sejak mulai menerima klien.

Tantangan tersebut dari harus piawai berkomunikasi, menghadapi komplain, hingga menjaga batas profesionalitas dengan pelanggan. Berikut tantangan yang dialami David selama merintis jasa teman jalan.

Tantangan menjalankan jasa Gue Temenin Jalan

1. Pintar public speaking untuk hadapi beragam karakter

David menyadari bahwa setiap orang memiliki latar belakang serta kebutuhan yang berbeda.

Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi yang baik menjadi modal utama agar suasana tetap nyaman saat menemani pelanggan.

“Sejauh ini menangani delapan klien, tantangannya harus pintar public speaking karena harus bertemu orang yang berbeda-beda karakter dan sifat,” kata David saat diwawancarai Kompas.com di Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025).

2. Menghadapi komplain dari pelanggan

orang asing, jasa pendamping, Jasa Gue Temenin Jalan, Gue Temenin Jalan, jasa teman jalan, jasa teman curhat, tantangan gue temenin jalan, Tantangan David Jalani Jasa, 1. Pintar public speaking untuk hadapi beragam karakter, 2. Menghadapi komplain dari pelanggan, 3. Menyesuaikan diri dengan keinginan pelanggan, 4. Menjadi pendengar yang baik, 5. Membangun kepercayaan dengan pelanggan

Pengalaman mencoba jasa ‘Gue Temenin Jalan bersama sang pendiri jasa, Johanes David Gratias Pero (32) (kiri) di Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025).

Tantangan lain yang sempat membuat David belajar banyak adalah menerima komplain dari pelanggan. Bahkan dirinya langsung mendapatkan kritik dari pelanggan pertamanya.

Namun, hal tersebut harus ia terima dengan lapang dada dan menjadikannya bahan evaluasi untuk pelanggan selanjutnya.

“Harus siap nerima komplain dari klien juga karena klien pertama aku sempat komplain kenapa aku terlalu kayak temen ke dia karena ternyata dia penginnya enggak terlalu akrab,” jelas David.

Dari pengalaman tersebut, ia menyadari pentingnya memastikan ekspektasi sejak awal.

Menurutnya, komunikasi terbuka akan membantu klien merasa nyaman sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

3. Menyesuaikan diri dengan keinginan pelanggan

orang asing, jasa pendamping, Jasa Gue Temenin Jalan, Gue Temenin Jalan, jasa teman jalan, jasa teman curhat, tantangan gue temenin jalan, Tantangan David Jalani Jasa, 1. Pintar public speaking untuk hadapi beragam karakter, 2. Menghadapi komplain dari pelanggan, 3. Menyesuaikan diri dengan keinginan pelanggan, 4. Menjadi pendengar yang baik, 5. Membangun kepercayaan dengan pelanggan

Pengalaman mencoba jasa ‘Gue Temenin Jalan bersama sang pendiri jasa, Johanes David Gratias Pero (32) (kiri) di Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025).

David menekankan, setiap pelanggan punya preferensi berbeda ketika memesan jasanya. Tak semua pelanggan ingin ditemani dan diajak ngobrol terus-menerus saat menyewa jasanya.

“Memang harus dari awal pastikan ke klien juga, mereka ingin ditemani layaknya teman atau hanya ditemani ke suatu tempat tapi tidak perlu ngobrol banyak. Dari situ aku bisa menyesuaikan sikap,” ujarnya.

Dengan cara itu, David bisa menjaga hubungan tetap profesional tanpa menimbulkan rasa canggung.

4. Menjadi pendengar yang baik

Tak jarang, pelanggan menggunakan jasa Gue Temenin Jalan untuk mencurahkan isi hati. Namun, David menegaskan bahwa ia harus tetap menjaga batas profesional.

“Kalau menemani atau mendengarkan curhat klien, aku juga harus perhatikan batasan profesional. Sebisa mungkin enggak kebawa emosi karena ini bukan masalahku juga,” katanya.

Ia menegaskan, dirinya hanya berupaya menjadi pendengar yang baik dan aktif tanpa memberi solusi atau menyudutkan pelanggan.

5. Membangun kepercayaan dengan pelanggan

Selain komunikasi, kepercayaan menjadi aspek penting dalam menjalani jasa ini. David tak menampik bahwa sebagian orang merasa ragu untuk menggunakan layanan tersebut karena harus bertemu dengan orang asing.

“Kemudian, memberikan rasa percaya ke klien itu cukup jadi tantangan. Jasa jalan sama orang asing ini pasti banyak orang yang takut ditipu atau mikir yang negatif,” jelasnya.

Namun, David punya cara untuk mengatasinya yaitu dengan rutin membuat konten dan memberikan identitasnya pada pelanggan.

“Wajar sekali, karena kami sama-sama orang asing pasti kedua belah pihak takut. Tapi aku selalu terbuka untuk mereka liat identitas aku dan buat konten supaya kepercayaan klien meningkat,” tambahnya.

Meski menghadapi berbagai rintangan, David melihat semua pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses.

Dengan terus menyesuaikan diri, ia yakin jasanya bisa semakin diterima oleh masyarakat yang membutuhkan teman untuk berbagai kegiatan, dari sekadar nongkrong hingga menghadiri acara formal.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.