Pengamat Sorot Potensi Dampak Absensi Jenner dan Marselino bagi Timnas
PSSI resmi mengumumkan 28 daftar pemain timnas Indonesia mendekati putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, pada Oktober nanti.
Dari daftar tersebut, dua nama yang selama ini identik dengan skuad Garuda, Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan, tidak masuk dalam pilihan pelatih Patrick Kluivert.
Keputusan ini memunculkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi.
Ia menilai, absennya beberapa pemain penting bisa dimaknai sebagai langkah berani pelatih asal Belanda itu, meski menyisakan tanda tanya besar.
Menurutnya, nama Ivar Jenner menjadi kejutan terbesar dalam daftar kali ini.
“Karena penampilan sebelumnya cukup oke di klubnya walaupun ada cedera yang mengganggunya,” ujar pengamat yang biasa disapa Rizal itu kepada Kompas.com.
"Tapi performanya cukup baik, dia sempat cetak gol pekan lalu yang bisa dibilang gol signature-nya, tembakan-tembakan jarak jauh."
Ia menambahkan, kualitas tendangan jarak jauh pemain FC Utrecht sejatinya menjadi senjata yang sangat berguna ketika Indonesia harus menghadapi lawan sekelas Irak dan Arab Saudi.
“Mengingat dua gol yang dicetak untuk timnas di level kelompok umur itu merupakan gol dari luar kotak penalti semua, jadi itu adalah salah satu senjata yang bisa kita manfaatkan. Ini tentunya sebuah absen yang saya rasa sangat kita rindukan dari Ivar Jenner,” imbuhnya.
Marselino Ferdinan, Pemain Berkualitas tapi Minim Menit Bermain
Selain Ivar Jenner, absennya Marselino Ferdinan juga tidak lepas dari perhatian.
Ia menilai keputusan Patrick Kluivert cukup beralasan, meski tetap disayangkan.
“Ada Marselino yang menurut saya agak tricky. Performanya saat FIFA Matchday melawan Taiwan dan Lebanon tidak mengesankan, mungkin karena mind fitness yang tidak 100 persen," kata Rizal Pahlevi.
"Musim ini dia banyak bermain untuk Indonesia dibandingkan dengan klub, jadi saya rasa ini pemanggilan yang cukup beralasan jika tidak ada nama dari seorang Marselino Ferdinan di putaran keempat ini,” imbuhnya.
Namun, ia tidak menampik bahwa secara individu, kualitas Marselino Ferdinan masih salah satu yang terbaik di timnas Indonesia.
“Seperti saat melawan Arab Saudi September lalu. Tapi apabila kita kilas balik kata Patrick Kluivert soal indikator pemanggilan, salah satunya menit bermain, dan saya rasa Marselino terbatas dari menit bermain tersebut,” tuturnya.
Pemain timnas Indonesia Marselino Ferdinan menggiring bola saat laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025) malam.
Garuda Hadapi Laga Berat
Kini, tanpa kehadiran Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan, timnas Indonesia tetap harus menatap laga besar di depan mata.
Garuda dijadwalkan menantang Arab Saudi pada 9 Oktober 2025 dan Irak pada 12 Oktober 2025.
Kehadiran nama-nama baru seperti Ole Romeny, Mauro Zjilstra, dan Miliano Jonathans menjadi warna segar di komposisi tim.
Namun, kontribusi pemain lokal juga tetap vital, mulai dari Ernando Ari di bawah mistar hingga duet eksplosif Yakob dan Yance Sayuri di sektor sayap.
Patrick Kluivert tampak berusaha menyeimbangkan tim dengan mengombinasikan pemain berpengalaman seperti Jordi Amat, Stefano Lilipaly, dan Ricky Kambuaya dengan wajah-wajah baru.
Kombinasi inilah yang diharapkan bisa menjaga daya saing Garuda menghadapi dua lawan tangguh sekaligus menjaga asa menuju Piala Dunia 2026.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.