Cerita Pemilik MG 5 GT, Plus Minus Setelah Dipakai 3 Tahun
JAKARTA, KOMPAS.com - MG 5 GT bukanlah pendatang baru di pasar otomotif Indonesia, melainkan sebuah sedan bergaya coupe yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2022.
Sejak awal kemunculannya, mobil ini telah menarik perhatian berkat desainnya yang berani dan berbeda.
MG 5 GT di IIMS Hybrid 2022, Senin (4/4/2022)
Mengadopsi bahasa desain Third Generation MG Family Design Language, MG 5 GT menampilkan gril hexagonal besar berlogo MG, lampu depan yang runcing, serta buritan ala ducktail yang memberikan kesan sporty layaknya sedan premium Eropa.
Yudi Riyono, pemilik MG 5 GT varian tertinggi Magnify, mengungkapkan, "Saya beli karena tampilannya sedan coupe. Cakep banget, tetapi memang kalau mobil seperti ini, harga jualnya pasti anjlok, tapi saya enggak masalah." Ia merasa desain yang menawan dipadukan dengan kenyamanan khas sedan membuatnya lebih percaya diri saat mengemudikan MG 5 GT.
Selain itu, Yudi juga aktif bergabung dalam komunitas MG Owners Club Indonesia (MGOCI), yang ia rasakan sebagai wadah untuk berbagi pengalaman serta informasi dengan sesama pengguna.
Performa dan Kenyamanan
Sejak awal membeli, Yudi tidak ragu untuk menguji performa MG 5 GT, bahkan ia menggunakannya untuk perjalanan jauh dari Jakarta ke Surabaya.
Sedan ini dibekali mesin 1.500 cc, 4 silinder VTi yang mampu menghasilkan tenaga 112,4 hp pada 6.000 rpm serta torsi 150 Nm pada 4.500 rpm.
Dengan transmisi otomatis CVT 8 percepatan, MG 5 GT diklaim memberikan perpindahan gigi yang halus sekaligus menjaga efisiensi bahan bakar.
MG 5 GT yang tampil di IIMS 2025
“Akselerasinya kenceng, pengeremannya juga bagus. Waktu itu saya bisa ngikutin Pajero Sport, mobilnya anteng. Setirnya juga bisa diatur, mau dibuat berat atau ringan sesuai mode,” ungkap Yudi.
Karakter bodi yang panjang dan lebar membuatnya semakin percaya diri saat bermanuver.
Namun, ia mengakui bahwa suspensi yang cenderung keras bisa memberikan efek yang cukup terasa saat melewati jalan bergelombang.
Konsumsi Bahan Bakar
Yudi menyadari bahwa dengan gaya mengemudinya yang agresif, konsumsi bahan bakar MG 5 GT tidak masuk kategori irit. “Kalau di tol saya berani 1:12 km per liter. Tapi kalau kena macet bisa 1:8 km per liter. Jadi memang saya pikir mobil ini lebih mengutamakan ke impresi berkendaranya sih, fun to drive,” ujarnya.
Meski demikian, ia merasa mobil ini sangat andal, dengan catatan trip meter yang sudah menunjukkan angka 32.000 km.
Interior Sporty
Ketika memasuki kabin MG 5 GT Magnify, nuansa sporty dan sentuhan elegan langsung terasa.
Jok bucket seat berbahan kulit kombinasi fabric merah, head unit 10 inci, serta sunroof elektrik merupakan beberapa fitur yang menjadi standar.
Interior MG 5 GT.
Meskipun ada sedikit keluhan mengenai posisi duduk, tata letak dasbor yang driver-oriented dan setir multifungsi tetap memberikan pengalaman berkendara yang praktis dan menyenangkan.
Aftersales dan Servis Berkala
Dari sisi purnajual, Yudi menilai masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi.
Salah satunya adalah harga komponen yang dianggap cukup mahal. “Kalau mau aman sih baiknya diasuransikan mobilnya, karena katanya harga komponennya mahal,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menggarisbawahi perlunya peningkatan dalam pengingat servis berkala yang dinilai kurang optimal.
“Sepertinya belum konektivitas dari diler ke big data MG. Jadi jarang sekali saya dapat pemberitahuan servis berkala. Sayang banget,” kata Yudi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, MG 5 GT Magnify menawarkan desain coupe sporty yang jarang ditemukan di segmen sedan menengah.
Performanya yang responsif serta pengalaman berkendara yang menyenangkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar otomotif.
Namun, konsumsi bahan bakar yang relatif boros, karakter suspensi yang keras di jalan tidak rata, dan tantangan dalam aftersales tetap menjadi catatan penting bagi calon konsumen.
Kelebihan:
Desain coupe modern dan berbeda.
- Akselerasi kencang dengan handling stabil.
- Fitur lengkap, termasuk sunroof dan i-Smart.
- Pengalaman berkendara yang menyenangkan.
Kekurangan:
- Konsumsi bahan bakar yang relatif boros.
- Bantingan keras saat melewati jalan tidak rata.
- Posisi duduk pengemudi yang tidak dapat diatur cukup rendah.
- Perlu peningkatan dalam aspek aftersales, terutama soal servis dan harga komponen
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.