Dua Mobil Terbang XPeng Bertabrakan di Udara saat Air Show di China

Dua mobil terbang (flying car) buatan XPeng mengalami tabrakan saat latihan, jelang pertunjukan udara di Changchun Air Show, Provinsi Jilin, China.
Satu dari kedua unit tersebut dilaporkan terbakar ketika mendarat, sementara satu lagi berhasil mendarat dengan selamat.
Insiden terjadi ketika kedua pesawat eVTOL (electric vertical take-off and landing) milik XPeng AeroHT sedang melakukan latihan pada hari Selasa (16/9/2025) lalu.
Salah satu pilot mengalami luka-luka dalam peristiwa ini, meskipun kondisinya belum diketahui secara rinci publik.
Dilansir BBC dan dikutip KompasTekno, Selasa (23/9/2025), XPeng menyebut tabrakan tersebut disebabkan oleh jarak antar-pesawat yang kurang memadai (insufficient spacing).
Pesawat yang terbakar mengalami kerusakan pada bodi utama (fuselage damage) dan terbakar setelah mendarat.
Flying Car collision in China raised safety concerns for eVTOL Industry for the Urban Air Mobility (UAM) networks while confronting real-world risks.
The flying car collision in Changchun shocked a crowd during an airshow rehearsal on September 16, raising questions on… pic.twitter.com/FdXmJeLtVK
— FL360aero (@fl360aero) September 17, 2025
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat foto dua wahana terbang saling berdekatan, dan video wahana yang terbakar sedang dipadamkan oleh pihak berwenang,
Pihak XPeng sendiri menyebut bahwa setelah insiden, tim darurat berhasil memadamkan api pada unit yang terbakar, sementara investigasi awal difokuskan pada jarak antar-pesawat dalam formasi latihan.
Salah satu sumber menyebut model yang digunakan kemungkinan adalah X2, yang dikembangkan sejak tahun 2021. Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi dari XPeng mengenai model yang dipakai saat kejadian.
Mobil terbang listrik Xpeng di GIIAS 2025
XPeng sejatinya adalah perusahaan otomotif listrik asal China, namun memperluas bisnisnya ke kendaraan terbang melalui anak perusahaan AeroHT sejak 2020.
Venture ini dikembangkan untuk menghadirkan kendaraan terbang berbasis listrik yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal, konsep yang dikenal dengan eVTOL.
Kendaraan jenis ini sering dijuluki “mobil terbang”, meskipun tidak semua kendaraan tersebut bisa dikendarai di darat. X2, misalnya, tidak memiliki roda penggerak darat dan hanya memiliki kemampuan terbang.
Tentang Xpeng AeroHT X2
Xpeng AeroHT X2 merupakan mobil terbang electric vertical take-off and landing (eVTOL) dua tempat duduk yang dirancang untuk perjalanan perkotaan jarak pendek.
Mobil terbang ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal sampai 130 Kpj dengan waktu penerbangan hingga 35 menit atau sekitar 40 Km.
Selain kecepatan dan jarak tempuh yang terbatas, kemampuan AeroHT X2 menjelajah ke atas terbatas pada ketinggian 300-500 m.
Mobil ini terbuat dari serat karbon penuh, untuk menjaga berat tetap minimum, yakni memiliki berat lepas landas maksimum 760 kg, dan mampu mengangkut muatan hingga 200 Kg. Dari segi dapur pacu, mobil ini ditenagai 8 motor listrik, terhubung ke baling-baling yang berputar berlawanan arah, ditenagai oleh empat paket baterai independen.
AeroHT X2 dilengkapi dengan sistem redundansi, deteksi lingkungan sferis, pendaratan dan kembali otonom, pemantauan darat, video real-time, kamera omnidirectional, dan parasut balistik darurat.
Selain itu, mobil ini mendukung mode manual dan autopilot untuk mempermudah pengendara selama perjalanan udara. Dilansir dari laman resmi Xpeng, mobil terbang listrik ini dibanderol di kisaran harga sekitar Rp 5 miliar untuk pasar global.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.