Top 5+ Mitos Smartphone yang Masih Banyak Dipercaya di 2025

Smartphone, kamera, spesifikasi, chipset, mitos, layanan purna jual, fakta seputar smartphone, 5 Mitos Smartphone yang Masih Banyak Dipercaya di 2025, 1. RAM lebih besar berarti ponsel lebih cepat, 2. Wajib pakai smartphone dengan chipset kelas atas, 3. Kamera banyak, resolusi tinggi = foto bagus, 4. Spesifikasi tinggi selalu memberikan pengalaman terbaik, 5. Setelah membeli ponsel, urusan selesai

Smartphone sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Perangkat pintar seukuran genggaman tangan ini dijadikan andalan untuk berkomunikasi, mencari hiburan, hingga bekerja.

Catatan media teknologi India Hindustan Times, saat ini, lebih dari 7 miliar orang di seluruh dunia menggunakan ponsel. Jumlah tersebut menunjukkan betapa besarnya peran perangkat ini dalam menunjang aktivitas masyarakat modern.

Meski begitu, masih banyak anggapan keliru seputar smartphone yang beredar di masyarakat. Anggapan ini kemudian menjadi mitos dan sering membuat pengguna jadi salah kaprah saat akan membeli atau menilai performa ponsel.

Untuk itu, penting memahami mana fakta yang benar dan mana yang sekadar mitos belaka. Berikut Kompastekno rangkum lima anggapan keliru soal smartphone yang masih banyak dipercaya orang di 2025.

1. RAM lebih besar berarti ponsel lebih cepat

Smartphone, kamera, spesifikasi, chipset, mitos, layanan purna jual, fakta seputar smartphone, 5 Mitos Smartphone yang Masih Banyak Dipercaya di 2025, 1. RAM lebih besar berarti ponsel lebih cepat, 2. Wajib pakai smartphone dengan chipset kelas atas, 3. Kamera banyak, resolusi tinggi = foto bagus, 4. Spesifikasi tinggi selalu memberikan pengalaman terbaik, 5. Setelah membeli ponsel, urusan selesai

Tecno Pova 7 Ultra mendukung dual SIM nano, tidak ada slot microSD.

Banyak orang beranggapan kalau semakin besar RAM pada ponsel, maka semakin cepat pula performa perangkatnya. Padahal, besaran RAM hanya berfungsi sebagai ruang untuk menampung aplikasi dalam perangkat.

Jumlah kapasitas RAM yang besar, seperti 6 GB, 8 GB, atau 16 GB memang memungkinkan perangkat menjalankan lebih banyak aplikasi aktif di latar belakang. Namun, hal ini tidak serta merta membuatnya jadi lebih kencang saat dipakai sehari-hari.

Smartphone dengan prosesor tangguh dan perangkat lunak (software) optimal, seringkali terasa lebih mulus dibanding ponsel dengan RAM besar tapi chipset-nya lemah.

2. Wajib pakai smartphone dengan chipset kelas atas

Anggapan keliru yang kedua adalah keyakinan bahwa semua orang wajib menggunakan smartphone dengan chipset kelas atas (flagship).

Contoh chip tersebut yaitu Snapdragon 8 Elite untuk ponsel Android atau Apple A18 Pro, di iPhone. Kedua chip itu biasanya ditujukan untuk ponsel dengan penggunaan berat seperti gamer atau editor video mobile.

Namun ternyata, performa tangguh tidak selalu dibutuhkan untuk pengguna yang memakai ponsel untuk aktivitas sederhana. Misalnya, seperti untuk membuka media sosial, berkirim pesan, atau menonton video hiburan, dinilai tidak terlalu membutuhkan chip kelas atas.

Smartphone, kamera, spesifikasi, chipset, mitos, layanan purna jual, fakta seputar smartphone, 5 Mitos Smartphone yang Masih Banyak Dipercaya di 2025, 1. RAM lebih besar berarti ponsel lebih cepat, 2. Wajib pakai smartphone dengan chipset kelas atas, 3. Kamera banyak, resolusi tinggi = foto bagus, 4. Spesifikasi tinggi selalu memberikan pengalaman terbaik, 5. Setelah membeli ponsel, urusan selesai

OnePlus Nord CE5 ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8350. Chip ini dipadukan dengan dua opsi RAM 8 GB atau 12GB, serta dua pilihan media penyimpanan (storage) 128 GB atau 256 GB.

Menggunakan ponsel dengan prosesor kelas menengah seperti Snapdragon 7 Series atau MediaTek Dimensity 8000 Series, justru sudah bisa menampung tugas harian tersebut dengan lancar.

fitur-fitur canggih yang ada di chip flagship jarang memberi dampak langsung pada pemakaian harian rata-rata pengguna.

Selain itu, perangkat yang ditenagai chip mid-range juga diklaim lebih hemat baterai karena performa yang dikeluarkan tidak terlalu tinggi. Banderol harga ponsel dengan chip menengah pun biasanya tergolong lebih murah dibanding ponsel dengan chip kelas atas.

3. Kamera banyak, resolusi tinggi = foto bagus

Smartphone, kamera, spesifikasi, chipset, mitos, layanan purna jual, fakta seputar smartphone, 5 Mitos Smartphone yang Masih Banyak Dipercaya di 2025, 1. RAM lebih besar berarti ponsel lebih cepat, 2. Wajib pakai smartphone dengan chipset kelas atas, 3. Kamera banyak, resolusi tinggi = foto bagus, 4. Spesifikasi tinggi selalu memberikan pengalaman terbaik, 5. Setelah membeli ponsel, urusan selesai

Redmi 15C dibekali kamera utama 50 MP. Kamera ini ditempatkan dalam sebuah modul berbentuk persegi di bagian belakang punggung ponsel.

Anggapan keliru berikutnya adalah semakin banyak jumlah kamera dan semakin tinggi resolusinya, maka hasil foto otomatis lebih bagus. Padahal, kualitas gambar tidak hanya ditentukan oleh jumlah lensa atau angka megapiksel kamera.

Faktor yang lebih berpengaruh justru ada di ukuran sensor, kualitas lensa, serta kemampuan algoritma pemrosesan gambar.

Beberapa ponsel baru saat ini banyak yang menambahkan kamera ekstra seperti makro atau depth sensor. Penambahan lensa ini ternyata tidak membawa fungsi berarti dan lebih digunakan untuk kepentingan marketing.

Jadi, megapiksel tinggi bukan berarti menjamin hasil foto yang diambil memiliki kualitas bagus, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Hindustan Times, Senin (15/9/2025).

4. Spesifikasi tinggi selalu memberikan pengalaman terbaik

Smartphone, kamera, spesifikasi, chipset, mitos, layanan purna jual, fakta seputar smartphone, 5 Mitos Smartphone yang Masih Banyak Dipercaya di 2025, 1. RAM lebih besar berarti ponsel lebih cepat, 2. Wajib pakai smartphone dengan chipset kelas atas, 3. Kamera banyak, resolusi tinggi = foto bagus, 4. Spesifikasi tinggi selalu memberikan pengalaman terbaik, 5. Setelah membeli ponsel, urusan selesai

Tecno Spark 30C mengadopsi layar IPS LCD 6,67 inci yang cukup luas dengan resolusi HD Plus dan refresh rate 120 Hz. Bagian bawah layar ponsel ini memiliki bezel yang cukup tebal dibanding bagian atau sisi lainnya. Pada bagian tengah atas layar ponsel ini, terdapat lubang punch hole yang memuat kamera selfie.

Anggapan keliru yang keempat adalah semakin tinggi spesifikasi, maka secara otomatis pengalaman pengguna juga akna lebih baik. Padahal, spesifikasi hanyalah satu bagian dari keseluruhan ekosistem sebuah smartphone.

Fitur seperti layar ponsel dengan refresh rate tinggi, fast charging, atau resolusi kamera, di atas kertas memang terlihat menarik. Namun, tanpa software yang optimal, spesifikasi tersebut akan terasa biasa saja saat digunakan di keseharian.

Optimalisasi software, manajemen baterai, pengaturan suhu, serta pembaruan rutin justru yang berperan besar pada performa harian. Smartphone dengan hardware kuat bisa saja terasa lambat jika sistem operasinya buruk.

Oleh karena itu, konsumen sebagiknya tidak hanya berfokus pada lembar spesifikasi perangkat, tapi juga perlu untuk membaca review asli dari pengguna lain dan memperhatikan kebijakan update OS perangkat.

5. Setelah membeli ponsel, urusan selesai

Smartphone, kamera, spesifikasi, chipset, mitos, layanan purna jual, fakta seputar smartphone, 5 Mitos Smartphone yang Masih Banyak Dipercaya di 2025, 1. RAM lebih besar berarti ponsel lebih cepat, 2. Wajib pakai smartphone dengan chipset kelas atas, 3. Kamera banyak, resolusi tinggi = foto bagus, 4. Spesifikasi tinggi selalu memberikan pengalaman terbaik, 5. Setelah membeli ponsel, urusan selesai

Layanan after sales pada service center Oppo Gandaria City.

Anggapan terakhir yang masih banyak dipercaya adalah setelah membeli ponsel berarti urusan sudah selesai. Faktanya, pengalaman dalam menggunakan smartphone juga ditentukan oleh kualitas layanan purnajual yang disediakan produsen.

Perangkat dengan spesifikasi secanggih apapun pada akhirnya tetap bisa mengalami masalah. Contohnya seperti layar rusak, bug pada pembaruan, atau battery health yang melemah.

Nah, masalah-masalah tersebut, akan sangat merepotkan apabila sebuah brand ponsel tidak menyediakan pusat servis (service center). Pengguna bisa kebingungan saat membutuhkan perbaikan perangkat, mencari suku cadang, dan lain sebagainya.

Pada beberapa kasus lain, ada juga konsumen yang diketahui mengalami kerugian karena produsen merek ponsel yang ia beli tidak menyediakan pusat servis yang memadai. Sehingga, ia harus mengeluarkan biaya tambahan meskipun kerusakan tersebut berasal dari pabrik.

Itu sebabnya, reputasi merek dan kualitas layanan purna jual menjadi salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan pemilik ponsel. Memilih brand dengan jaringan servis yang memadai dan garansi jelas, bisa membuat pengalaman penggunaan ponsel lebih aman dan nyaman.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.