Penjelasan I.League soal Larangan Merekam Laga Super League
Operator kompetisi Super League 2025-2026, I.League, merespons soal aturan larangan merekam pertandingan yang sedang banyak diunggah akun sepak bola di Instagram.
Dalam pernyataan yang sama, I.League juga menegaskan bahwa penonton boleh mengabadikan pertandingan Super League 2025-2026 asalkan bukan untuk kepentingan komersial.
Hal ini dilakukan I.League untuk melindungi pemegang hak siar resmi kompetisi Super League 2025-2026.
Sebelum pernyaataan I.League dirilis pada Kamis (11/9/2025), ramai protes di media sosial soal larangan influencer dan kreator konten merekam pertandingan Super League.
Dalam pernyataan resminya, I.League menegaskan tidak ada aturan khusus yang membatasi penonton umum untuk membuat konten pribadi di dalam stadion.
Suporter yang duduk di tribune penonton diperbolehkan merekam momen laga Super League 2025-20265 selama aktivitas tersebut bersifat non-komersial, misalnya sekadar berbagi pengalaman di Instagram atau TikTok.
“I.League sepenuhnya menghargai peran krusial penonton dalam menciptakan atmosfer stadion yang elektrik dan penuh semangat,” tulis pernyataan I.League pada Kamis (11/9/2025).
“Selama aktivitas produksi konten oleh penonton, seperti merekam video atau mengambil foto, bersifat non-komersial, I.League memandangnya sebagai bagian tak terpisahkan dari semarak pertandingan.”
Namun, I.League juga menegaskan adanya garis tegas bagi media dan content creator dengan tujuan komersial.
Hak siar pertandingan saat ini dipegang eksklusif oleh EMTEK, sehingga segala bentuk perekaman video profesional di luar pihak resmi tidak diizinkan.
Jurnalis yang menempati tribune media juga diminta fokus menulis laporan, sementara fotografer profesional mendapat area khusus di pinggir lapangan untuk menjepret foto dengan kualitas terbaik.
“Mengenai pengambilan video dari tribune media oleh wartawan: saat ini I.League belum memberikan izin untuk itu,” demikian pernyataan resmi dari operator kompetisi.
Akan Rumuskan Mekanisme Baru untuk Kreator Digital
Aturan serupa juga diberlakukan kepada YouTuber maupun influencer. I.League menilai rekaman pertandingan untuk tujuan komersial berpotensi tumpang tindih dengan hak siar resmi.
“Perlindungan terhadap hak siar ini sangat penting agar penyelenggaraan kompetisi dan liputan media dapat terus berjalan secara profesional dan berkelanjutan,” tulis I.League.
Meski begitu, ke depannya I.League tidak menutup pintu untuk pembuat konten dan YouTuber.
Mereka tengah merumuskan mekanisme khusus bagi kreator digital yang ingin membuat konten pertandingan.
"Mekanisme ini nantinya akan mengatur ruang lingkup dan tata cara perekaman serta distribusi konten agar tidak bertentangan dengan hak siar yang telah dimiliki oleh pihak resmi."
"Detail mengenai mekanisme tersebut akan diumumkan secara resmi pada tahap berikutnya, setelah melalui proses diskusi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait," tulis I.League.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.