Hati-hati! Penggunaan Laptop pada Ibu Hamil Berisiko Keguguran Hingga Berisiko Cacat Lahir

Bahaya penggunaan laptop untuk ibu hamil
Bahaya penggunaan laptop untuk ibu hamil

Laptop telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. hampir semua aktivitas di berbagai belahan dunia berjalan dengan konektivitas digital. Baik untuk bekerja, hiburan, maupun mengatur keuangan, hampir setiap hari kita kembali berhadapan dengan laptop.

Tak terkecuali bagi mereka wanita yang tengah hamil. Penggunaan laptop juga terbilang sering, entah untuk bekerja atau sekedar mencari informasi seputar kehamilan dan kelahiran hingga mencari kebutuhan persalinan.

Namun, hati-hati penggunaan laptop pada ibu hamil bisa memengaruhi kondisi kesehatan mereka. Diungkap oleh spesialis konsultan obsterti dan ginekologi dari RS Rela di Chennai, India Dr. Dhivya Sharona mengungkap bahwa laptop serta barang-barang eleketronik yang memancarkan medan elektronomagnetik (EMF) bisa membahayakan kesehatan janin di dalam kandungan.

“Para ibu modern menggunakan laptop setiap hari, bahkan saat hamil. Hal ini memang membantu mereka tetap terhubung dengan pekerjaan sambil menjalani kehamilan. Namun, salah satu kekhawatiran terbesar adalah paparan medan elektromagnetik, yaitu radiasi non-ionisasi yang dihasilkan perangkat elektronik seperti laptop, ponsel pintar, dan router Wi-Fi,” kata dia dikutip dari laman Hindustime, Rabu 10 September 2025.

Lantas bagaimana hubungan antara laptop dan kesehatan janin? Dr. Sharona menyoroti satu masalah teknologi yang umum yakni overheating (panas berlebih) yang dikeluarkan alat elekronik termasuk laptop. Selain itu, ia juga membahas masalah postur tubuh yang buruk akibat penggunaan laptop.

“Masalah utama adalah panas yang dihasilkan laptop. Jika digunakan dalam waktu lama di pangkuan, suhunya bisa meningkat, dan hal ini berhubungan dengan risiko cacat lahir, terutama pada trimester pertama. Masalah berikutnya adalah duduk terlalu lama, yang menyebabkan postur tubuh buruk. Kondisi ini semakin diperparah oleh kenaikan berat badan dan pergeseran titik keseimbangan tubuh saat hamil. Postur yang kurang baik ini bisa menimbulkan sakit punggung, ketegangan otot, hingga ketegangan mata,” jelas dia.

Tak hanya itu saja dalam berbagai penilitian yang dilakukan komunitas ilmiah terkait pengaruh penggunaan laptop dan kesehatan janin juga menunjukkan demikian. Salah satu studi di tahun 2023 lalu yang diterbitkan di The Malaysian Journal of Medical Sciences menemukan adanya kaitan antara paparan EMF dengan keguguran.

Penelitian lebih lama pada 2012 juga memperingatkan bahwa penggunaan laptop dengan jarak terlalu dekat dapat meningkatkan paparan EMF pada janin. Bahkan, studi tahun 2011 mengidentifikasi sifat EMF frekuensi rendah sebagai hal yang berbahaya.

5 langkah pencegahan bagi ibu hamil saat menggunakan laptop

Dengan berbagai risiko kesehatan akibat paparan EMF, apakah artinya ibu hamil harus berhenti total menggunakan laptop? Jawabannya tidak. Larangan total bukan solusi. Sebaliknya, mengubah cara penggunaan laptop bisa membantu mengurangi risiko sekaligus melindungi janin.

Berikut 5 pencegahan dari Dr. Sharona:

  1. Batasi waktu penggunaan laptop
    Kurangi paparan dengan istirahat setiap 2 jam.
    Lakukan 10 menit peregangan, latihan kaki, dan berjalan ringan.
  2. Gunakan jarak aman untuk mengurangi paparan EMF
    Misalnya dengan memakai keyboard dan mouse nirkabel.
  3. Gunakan cooling pad untuk laptop
    Alat ini membantu mengurangi suhu di area panggul dengan menyebarkan panas, sehingga mencegah overheating.
  4. Perhatikan postur tubuh yang baik
    Duduklah di kursi yang nyaman, gunakan sandaran yang mendukung, dan letakkan laptop sejajar dengan mata agar terhindar dari nyeri leher, punggung, dan mata.
  5. Gunakan meja laptop
    Pastikan jarak laptop setidaknya 50 cm (20 inci) dari perut agar aliran udara lebih baik dan panas dapat tersebar dengan aman selama kehamilan.