Top 18+ Agustus 2025 Libur Nasional, Ini 2 Festival yang Bisa Dikunjungi

Pemerintah resmi menetapkan tanggal 18 Agustus 2025 sebagai Hari Libur Nasional. Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro pada Jumat, 1 Agustus 2025, di Kompleks Istana Kepresidenan.
Penetapan ini menjadi momen baru bagi masyarakat untuk menikmati perayaan kemerdekaan lebih panjang, bahkan hingga keesokan harinya dengan berbagai agenda rakyat dan festival budaya.
“Pemerintah akan menjadikan 18 Agustus 2025 satu hari setelah Upacara Detik Proklamasi, Pesta Rakyat, dan Karnaval Kemerdekaan, sebagai Hari Libur Nasional,” ujar Juri dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden (1/8/2025).
Mengapa 18 Agustus 2025 jadi libur nasional?
Menurut Juri, langkah ini diambil agar masyarakat memiliki ruang lebih luas untuk merayakan kemerdekaan RI ke-80 dengan berbagai kegiatan. Tidak hanya sekadar upacara dan seremoni, tetapi juga perlombaan dan pesta rakyat yang mendorong kreativitas dan optimisme.
“Diharapkan perlombaan dihidupkan dan dikaitkan dengan semangat serta optimisme untuk membangun Indonesia Maju,” tambah Juri.
Dengan adanya libur tambahan ini, masyarakat dapat memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga, mengikuti lomba-lomba khas 17-an, hingga menjelajahi festival budaya yang digelar di beberapa daerah.
Suasana perlombaan Festival Gili Gede di Lombok Barat, 12-13 Maret 2022
Ada festival apa saja pada 18 Agustus 2025?
Tanggal 18 Agustus 2025 tidak hanya menjadi hari libur tambahan, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata budaya yang menarik. Dua festival yang bisa masuk agenda liburan adalah Buleleng Festival di Bali dan Gili Festival di Lombok Utara.
1. Buleleng Festival, Bali
Setelah vakum hampir 5 tahun lamanya, Pemerintah Kabupaten Buleleng secara resmi mengumumkan pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2025 yang akan digelar pada 18–23 Agustus 2025 mendatang.
Tahun ini, Bulfest mengangkat tema “The Mask History of Buleleng” atau “Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng”.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali memahami nilai-nilai luhur dari tradisi topeng di Buleleng. Bukan hanya sebagai seni pertunjukan, tetapi sebagai cerminan spiritualitas dan sejarah peradaban kita,” ujar Gede Suyasa saat jumpa pers bersama awak media di Rumah Makan Ranggon Sunset Singaraja, Rabu (30/7/2025).
Bulfest akan menghadirkan pertunjukan seni, pameran budaya, dan melibatkan lebih dari 1.000 pelaku seni, UMKM, serta komunitas dari 9 kecamatan di Kabupaten Buleleng. Festival ini juga menghadirkan Buleleng Digital Expo (BDE) sebagai ruang inovasi dan teknologi untuk generasi muda.
2. Gili Festival, Lombok Utara
Gili Festival merupakan acara tahunan yang sarat tradisi, seni, dan keseruan. Salah satu ciri khasnya adalah ritual Mandi Safar/Rebo Bontong, masyarakat secara beramai-ramai menceburkan diri ke laut sebagai bentuk pembersihan diri dan tradisi turun-temurun.
Festival ini diawali dengan prosesi pelepasan hasil bumi ke laut dan diakhiri dengan momen mandi bersama di pantai. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan tanpa memandang jabatan, kelas sosial, maupun gender. Semua harus basah!
Selain Mandi Safar, rangkaian acara Gili Festival meliputi Sarasehan dan Begibung, Larung Sesaji, Art Performance, Gendang Beleq, Peresean atau Stick Fighting, tarian etnik, permainan tradisional, hingga bazar UMKM dan kuliner lokal.