Saat Persib Dibayangi Eksodus Pemain Keluar Jilid 2
Persib Bandung terancam ditinggalkan pemainnya pasca hattrick juara di Super League 2025-2026.
Petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar mulai risau dengan tawaran-tawaran yang masuk mengajak para pemain kunci Maung Bandung hengkang.
Umuh membocorkan bahwa eksodus pemain Persib keluar bisa terjadi lagi mengulangi musim sebelumnya saat back to back juara.
Kala itu Persib cuci gudang ditinggalkan para pemain-pemain kunci seperti Ciro Alves, David da Silva, Tyronne del Pino, Gustavo Franca, hingga Kevin Ray Mendoza.
“Siapa pemain bertahan dan siapa yang hengkang. Ini banyak juga yang hengkang, bisa sama dengan tahun kemarin,” kata Umuh risau.
Namun ia masih belum bisa menyebutkan nama pemain-pemain yang berpotensi pergi, diketahui Federico Barba dan Frans Putros dikabarkan telah habis kontrak.
"Nanti pun juga pada tahu siapa yang hengkang dan siapa yang datang. Tunggu saja, tunggu saja, ya," timpal Umuh.
Pemain bertahan 80 persen
Umuh Muchtar beri penjelasan soal Bojan Hodak yang tak bisa berlanjut jadi pelatih Persib Bandung.
Mengikuti perkembangan yang terjadi, pascaditinggalkan pelatih kepala Bojan Hodak, fondasi tim turut terancam goyah.
Walaupun tongkat kepelatihan diteruskan asisten Igor Tolic, tak menjamin pemain bertahan 80 persen sebab tawaran-tawaran yang masuk.
Peluang pemain yang sebelumnya akan bertahan, berubah kans-nya menjadi 50:50.
Umuh menyiratkan jika para pemain Persib dibidik oleh klub luar Indonesia. “Iya tapi kalau mereka sekarang ya lain cerita, 80 persen lah ternyata fifty-fifty,” sebut pria yang menjabat Komisaris PT PBB ini.
“Siapapun menginginkan pemain Persib, tapi rata-rata main di luar lah. Mudah mudahan lah (jika pindah) enggak main di Indonesia,” harap Umuh.
Lebih lanjut, Umuh menyebutkan 50 persen pemain lokal akan bertahan. Artinya akan terjadi perombakan pada susunan pemain asing.
Selain Barba dan Putros yang habis kontrak, ada nama Sergio Castel, Layvin Kurzawa pun sudah lebih dulu ucap perpisahan.
“Ada juga (tawaran dari luar negeri) tapi saya enggak tahu kemana, tapi ada yang di Indonesia. Pemain lokal juga 50 persen bertahan, kurang lebih,” paparnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang