Penyandang Hidden Disabilities Bisa Lebih Dipahami Beraktivitas di Ruang Publik dengan Ini

Ilustrasi penyandang disabilitas.
Ilustrasi penyandang disabilitas.

 Di balik seseorang yang terlihat sehat dan mampu beraktivitas seperti biasa, bisa saja terdapat kondisi seperti autisme, ADHD dan gangguan tumbuh kembang lainnya maupun kondisi lainnya yang membutuhkan pemahaman dan dukungan dari lingkungan sekitar. Tidak semua disabilitas dapat dikenali secara kasat mata.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Sunny Kids meluncurkan BIRU, sebuah kartu identitas berupa lanyard berwarna biru yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas tidak terlihat (hidden disabilities) agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik saat beraktivitas di ruang publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Christina Onasis, Direktur Sunny Kids. mengungkapkan, BIRU menampilkan simbol hati berwarna putih sebagai representasi empati dan kepedulian, serta simbol "X" yang melambangkan kondisi yang tidak terlihat namun nyata dan memerlukan perhatian khusus. Warna biru dipilih karena merepresentasikan ketenangan, rasa aman, dan kepercayaan. Bagian belakang dari BIRU juga terdapat nama anak, kontak darurat dan juga kondisi dari anak tersebut.

“Saat ini masih banyak penyandang hidden disabilities yang mengalami kesulitan di ruang publik dan bukan hanya karena kondisi yang mereka miliki, tetapi juga karena kurangnya pemahaman dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu kami meluncurkan inisiatif Kartu Biru dengan tujuan agar masyarakat di lingkungan sekitar mereka dapat lebih memahami kondisi yang mereka miliki. Kartu BIRU bukan hanya sekedar karena kartunya berwarna biru, namun BIRU merupakan singkatan dari Bantuan Inklusif di Ruang Umum”, ujar Christina dikutip dari keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.

BIRU.

Dia menegaskan, berbeda dengan disabilitas fisik yang umumnya mudah dikenali, penyandang hidden disabilities sering kali menghadapi tantangan karena kondisi mereka tidak terlihat secara langsung. Tidak jarang anak dengan autisme atau gangguan sensori dianggap nakal saat mengalami sensory overload di tempat umum atau individu dengan ADHD dapat dinilai tidak disiplin, sementara mereka yang mengalami gangguan kecemasan sering kali dianggap berlebihan atau tidak kooperatif.

"Saya tegaskan juga bahwa tujuan utama dari BIRU bukan untuk mendapatkan perlakuan istimewa, melainkan membangun kesadaran bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda," tambahnya.

Sebagai bagian dari gerakan inklusivitas ini, Sunny Kids juga aktif mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi, termasuk operator transportasi, maskapai penerbangan, pusat perbelanjaan, fasilitas publik, institusi pendidikan, hingga perusahaan swasta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui kolaborasi lintas sektor, Sunny Kids berharap Indonesia dapat memiliki lebih banyak ruang publik yang ramah terhadap penyandang hidden disabilities.

"Kami percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Terkadang yang dibutuhkan bukan bantuan yang rumit, melainkan pemahaman, kesabaran, dan empati. BIRU adalah simbol kecil untuk mengingatkan kita bahwa tidak semua tantangan dapat terlihat oleh mata," tutupnya.