Gara-gara Bluetooth, Pesawat Ini Putar Balik, Kok Bisa?

Bluetooth, Gara-gara Bluetooth, Pesawat Ini Putar Balik, Kok Bisa?

Sebuah insiden keamanan yang tidak biasa melanda penerbangan komersial internasional Amerika Serikat. P

enerbangan United Airlines dengan rute menuju Spanyol terpaksa melakukan putar balik darurat setelah terdeteksinya nama perangkat nirkabel (Bluetooth) milik salah satu penumpang yang bernada ancaman teror, demikian dilaporkan media lokal pada Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan data pelacakan radar penerbangan, pesawat berbadan lebar jenis Boeing 767 tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Newark Liberty sekitar pukul 18.00 waktu setempat (atau Minggu pukul 05.00 WIB).

Pesawat dijadwalkan terbang melintasi Samudra Atlantik menuju Palma de Mallorca, Spanyol. Namun, setelah hampir tiga jam berada di udara, pesawat tersebut mengubah arah dan mendarat kembali di Newark pada pukul 20.50 waktu setempat (Minggu pukul 07.50 WIB).

Menurut kesaksian salah seorang penumpang di media sosial, situasi di dalam kabin sempat diwarnai instruksi berulang.

Awak kabin telah meminta dengan tegas agar seluruh penumpang mematikan total semua gawai yang dilengkapi koneksi Bluetooth. Kendati demikian, sistem pemantau pesawat mendeteksi masih ada dua perangkat yang tetap aktif memancarkan sinyal.

Petugas keamanan bandara langsung memeriksa pesawat tak lama setelah mendarat. Berdasarkan investigasi awal, sistem keamanan mendeteksi sebuah perangkat Bluetooth aktif yang memakai nama berupa kata empat huruf bernada ancaman.

Bluetooth, Gara-gara Bluetooth, Pesawat Ini Putar Balik, Kok Bisa?

Media berita khusus penerbangan, AirLive, kemudian mengidentifikasi bahwa kata provokatif yang memicu alarm keamanan tersebut adalah "BOMB" (BOM).

Keputusan untuk melakukan putar balik diambil oleh pilot setelah awak pesawat melakukan konsultasi darurat dengan pusat operasi utama maskapai United Airlines yang berbasis di Chicago.

Tercatat ada 190 penumpang dan 12 anggota awak pesawat yang berada di dalam penerbangan tersebut.

Begitu pesawat mendarat di area aman, prosedur evakuasi ketat langsung diberlakukan. Para penumpang diperintahkan turun dari badan pesawat dengan protokol pembatasan barang bawaan.

Mereka hanya diizinkan membawa dokumen paspor dan telepon seluler, sementara bagasi kabin ditinggalkan di dalam pesawat untuk proses sterilisasi.

Seluruh penumpang kemudian diwajibkan menjalani pemeriksaan ulang berlapis yang dipimpin oleh Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) serta Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika Serikat.

Setelah situasi dipastikan aman, para penumpang dipindahkan ke pesawat pengganti dan melanjutkan perjalanan dengan kru pesawat yang baru.

Di sisi lain, pihak United Airlines menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas penumpang pemilik perangkat tersebut maupun tindakan hukum yang diambil.

Tambah daftar masalah keamanan di pesawat

Insiden ini menambah panjang rangkaian masalah keamanan yang dihadapi United Airlines dalam satu bulan terakhir.

Tepat satu hari sebelumnya, pada Jumat (29/5/2026), sebuah penerbangan domestik United Airlines juga terpaksa dialihkan rutenya ke bandara lain akibat gangguan keamanan dari seorang penumpang yang bertindak tidak tertib (unruly passenger).

Bahkan sebelumnya pada bulan Mei, insiden berbasis jaringan nirkabel serupa juga pernah terjadi.

Nama jaringan Wi-Fi personal (hotspot) milik seorang penumpang kedapatan memuat kata ancaman, memaksa pilot United Airlines memperingatkan seluruh kabin melalui pengeras suara.

Kala itu, pilot memberikan waktu 30 detik bagi penumpang yang bertanggung jawab untuk mengubah nama hotspot tersebut atau menghadapi risiko pemeriksaan langsung oleh Biro Investigasi Federal (FBI) saat mendarat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang