Bocoran Konser Afgan Retrospektif 2026: Konsepnya Bikin Nostalgia dengan 30 Lagu Populer
Penyanyi solo ternama Afgan tengah menyiapkan konser tunggal terbarunya bertajuk “Retrospektif: The Concert” yang digadang-gadang menjadi salah satu pertunjukan musik paling emosional tahun 2026. Konser yang menjadi perayaan 18 tahun perjalanan karier Afgan di industri musik Indonesia itu akan menghadirkan nuansa nostalgia melalui deretan lagu populer yang membesarkan namanya sejak awal debut hingga karya-karya terbaru.
Dalam konferensi pers di Jakarta baru-baru ini, pelantun “Panah Asmara” tersebut membocorkan bahwa dirinya tengah mempersiapkan sekitar 30 lagu untuk dibawakan di atas panggung. Lagu-lagu itu dipilih dari berbagai era perjalanan musiknya, termasuk fase ketika ia bereksperimen dengan musik berbahasa Inggris bernuansa R&B.
Afgan mengaku proses menentukan setlist menjadi tantangan tersendiri karena banyaknya lagu yang memiliki kedekatan emosional dengan para penggemar. Ia bahkan sempat menyerahkan daftar hampir 50 lagu kepada komposer Erwin Gutawa sebelum akhirnya dipilih sekitar 30 lagu untuk masuk ke pertunjukan utama.
"Jujur, salah satu bagian paling susah buat saya adalah menyusun lagu-lagunya. Awalnya, saya mengirim hampir 50 lagu ke om Erwin Gutawa, tapi tentu enggak mungkin dibawakan semua. Jadi, kita sortir dan kemungkinan sekitar 30 lagu akan dibawakan," katanya.
Konsep konser kali ini tidak hanya menghadirkan penampilan lagu secara utuh. Afgan menjelaskan beberapa nomor akan dikemas dalam bentuk medley dan mash-up agar perjalanan emosional konser terasa lebih mengalir. Ia ingin penonton seolah diajak membuka lembar demi lembar jurnal pribadinya selama hampir dua dekade berkarya.
Nuansa retrospektif juga akan terasa dari pemilihan era musik yang diangkat. Afgan memastikan fase saat dirinya merilis album berbahasa Inggris tetap akan dimasukkan ke dalam pertunjukan meski memiliki warna musik berbeda dari karya-karyanya yang lain.
"Hal menantang lainnya itu ada satu era ketika saya banting setir dan merilis album full bahasa Inggris, dan genrenya ternyata beda banget, ada R&B gitu. Era itu akan dibawakan juga," imbuhnya.
Karena konser mengusung format orkestra, Afgan bersama Erwin Gutawa harus menyesuaikan aransemen lagu-lagu dari berbagai genre agar tetap terasa menyatu dalam satu konsep musikal. Sentuhan orkestra disebut akan menjadi elemen penting yang memperkuat sisi dramatis sekaligus nostalgia dalam konser tersebut.
Tak hanya itu, Afgan juga memberi bocoran soal penampilan spesial bersama salah satu penyanyi idolanya. Meski masih merahasiakan identitas sang bintang tamu, ia memastikan duet tersebut akan menjadi salah satu momen paling berkesan di konser nanti. Penampilan itu disebut akan dikemas dalam bentuk medley unik yang terdengar seperti lagu baru.
Di sisi lain, Erwin Gutawa menilai karakter vokal Afgan memang sangat cocok dipadukan dengan musik orkestra. Menurutnya, tantangan terbesar justru berada pada bagaimana menyusun keseluruhan pertunjukan agar setiap lagu tetap memiliki benang merah emosi yang kuat.
"Jadi tantangan saya adalah membuat orkestra ini bukan hanya menjadi pengiring, tapi juga bagian dari performer. Saya ingin penonton pulang dengan pengalaman yang tidak terlupakan. Mudah-mudahan konser ini menjadi sensasi pertunjukan yang belum pernah ada sebelumnya," imbuhnya.
Konser “Retrospektif: The Concert” yang dipromotori Seven Star Production ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta Convention Center tepatnya di Plenary Hall pada 18 Juli 2026. Dengan konsep megah dan penuh kenangan, konser tersebut diprediksi menjadi momen spesial bagi Afgan dan para penggemarnya yang telah mengikuti perjalanan kariernya selama bertahun-tahun.