Kontestan Super League Lolos Club Licensing I.League, Kecuali PSBS
I.League selaku operator kompetisi sepak bola profesional mengumumkan hasil dari Club Licensing yang dilakukan pada musim 2025-2026 sebagai syarat berkompetisi musim 2026-2027.
Hasilnya, dari 18 klub peserta Super League 2025-2026, ada satu yang tak lolos dari proses tersebut.
Sudah sejak dua tahun berjalan, I.League memegang mandat PSSI untuk menjalankan proses Club Licensing.
Dalam prosesnya, terdapat lima aspek yang dinilai, yakni aspek olahraga, aspek infrastruktur, aspek personel dan Administrasi, aspek legalitas, dan aspek finansial.
Penilaian dilakukan oleh pihak independen, yaitu First Instance Body (FIB). Prosesnya dilakukan sejak Juli 2025 hingga April 2026.
I.League pun merilis hasilnya pada Rabu (13/5/2026), dalam sebuah konferensi pers di Kantor I.League, Jakarta, yang dihadiri Direktur Bisnis I.League Sadikin Aksa, Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra, dan Chairman First Instance Body (FIB) Essy Asiah.
Diketahui, dari 18 klub Super League yang menjalankan lisensi klub profesional, terdapat satu klub yang tidak lolos kualifikasi.
PSBS Tak Lolos
Klub tersebut adalah PSBS Biak. Klub berjuluk Badai Pasifik itu memang dilanda masalah finansial yang membuat para staf dan pemain terlambat menerima gaji.
Selain itu, PSBS juga dipastikan terdegradasi ke Championship musim depan.
"Dari 18 klub Super League 2025-2026, untuk regulasi national licensing itu ada 17 yang granted. Satu klub gagal karena ada beberapa poin kriteria yang kategorinya A atau yang wajib terpenuhi tidak berhasil terpenuhi, klub itu adalah PSBS Biak," ujar Direktur Operasional I.League, Asep Saputra.
Dengan kegagalan lolos Club Licensing, PSBS menghadapi hukuman berupa pengurangan poin pada musim depan.
Namun, belum diketahui berapa pengurangan poin yang akan didapatkan oleh PSBS karena mereka masih bisa mengajukan banding hingga 22 Mei 2026 mendatang.
"Ada konsukuensi sanksi pengurangan poin, klub sudah ada keputusan itu. Ketika kami merilis musim baru, bisa ada tim yang memulai dengan minus poin. Tapi tetap ada fase banding," tutur Asep.
16 Tim Lolos Lisensi ACL 2
Dari 17 klub Super League yang lolos Club Licensing, hanya 16 tim yang meraih kelayakan untuk berkompetisi di Asia, yakni Asian Champions League 2.
Delapan di antaranya berstatus Granted, antara lain Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persita Tangerang, Dewa United, dan Persik Kediri.
Sementara, delapan klub lainnya berstatus Granted with Sanction, mulai dari Bhayangkara FC, Arema FC, Madura United, Bali United, Malut United, Persijap Jepara, Persis Solo, dan Semen Padang.
"Untuk yang delapan klub Granted with Sanction bukan tidak Granted, hanya ada beberapa hal minor saja yang kurang. Misal karena akreditasi pelatih fisik atau pelatih kipernya dirasa kurang untuk standar AFC," kata Asep.
klub yang Granted with Sanction tidak bermain di kompetisi Asia musim depan," jelasnya.
Selain 17 tim tersebut, terdapat sembilan klub Championship yang juga lolos Club Licensing.
Delapan di antaranya meraih kelayakan untuk tampil di Super League, meliputi Garudayaksa FC, PSS Sleman, Adhyaksa FC Banten, Persipura Jayapura, Barito Putera, Deltras FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.
Itu berarti total 25 klub meraih Club Licensing Super League.
Sementara, satu klub lainnya, FC Bekasi City, lolos Club Licensing untuk berkompetisi di Championship.
Itu berarti, masih ada 11 tim Championship lainnya yang masih terkendala soal Club Licensing.
Andai mereka tak melengkapi syarat yang ditentukan, potensi sanksi pengurangan poin juga menghantui klub-klub tersebut.
Adapun pada lisensi Liga Nusantara, empat klub mendapatkan status Granted, yakni RANS Nusantara, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang