Top 5+ SoC Mid-Range yang Sudah Ketinggalan Zaman di 2026

5 SoC Mid-Range yang Sudah Ketinggalan Zaman di 2026, Mengapa Chipset Lawas Masih Beredar di 2026?, 1. Snapdragon 732G – Chipset 4G Lawas Tanpa Masa Depan, 2. MediaTek Dimensity 700 – 5G Palsu yang Tak Layak di 2026, 3. Snapdragon 695 – Janji 5G yang Gagal Memuaskan, 4. MediaTek Helio G96 – Fabrikasi 12 nm yang Sudah Mati Era, 5. Exynos 1280 – Canggih di Kertas, Panas di Dunia Nyata, Performa Nyata vs Teori, Apa yang Harus Dicari di Chipset Mid-Range 2026?, Penutup: Jangan Tertipu Label “Mid-Range”
5 SoC Mid-Range yang Sudah Ketinggalan Zaman di 2026

Di tengah derasnya inovasi teknologi ponsel, chipset mid-range menjadi tulang punggung pasar smartphone global. Setiap tahun, produsen seperti Qualcomm, MediaTek, dan Samsung meluncurkan SoC (System-on-Chip) baru dengan fabrikasi lebih canggih, efisiensi daya lebih baik, dan dukungan fitur generasi terbaru mulai dari 5G, Wi-Fi 6E, hingga perekaman video 4K.

Namun, di balik tawaran harga murah, beberapa chipset lawas masih beredar di pasaran 2026, disematkan pada perangkat baru dengan label “mid-range”. Padahal, performa dan teknologinya sudah jauh tertinggal bahkan kalah dari chipset entry-level terbaru.

Artikel ini mengungkap lima chipset mid-range yang sebaiknya dihindari di tahun 2026, lengkap dengan analisis teknis, perbandingan benchmark, dan alasan mengapa mereka tak lagi layak dipilih.

Mengapa Chipset Lawas Masih Beredar di 2026?

Banyak vendor memanfaatkan stok chipset lama untuk menekan biaya produksi. Hasilnya? Smartphone dengan harga “menggiurkan”, tapi performa mandek, baterai boros, dan masa pakai pendek.

Padahal, di 2026, standar minimal chipset mid-range sudah naik signifikan:

  • Proses fabrikasi: 6 nm atau lebih kecil
  • Dukungan jaringan: 5G wajib
  • Clock speed: minimal 2,4 GHz
  • GPU: mampu main game berat seperti Genshin Impact di medium settings
  • Perekaman video: minimal 2K, idealnya 4K

Chipset yang tidak memenuhi kriteria ini tidak lagi kompetitif dan berikut daftar lima yang paling harus diwaspadai.

1. Snapdragon 732G – Chipset 4G Lawas Tanpa Masa Depan

Dirilis pada September 2020, Snapdragon 732G awalnya dipuji sebagai upgrade dari 730G. Namun, pada 2026, usianya yang lebih dari 5 tahun membuatnya benar-benar usang.

Spesifikasi Kritis:

  • Proses fabrikasi: 8 nm (kuno dibanding 4–6 nm saat ini)
  • CPU: Octa-core (2x Kryo 470 Gold @2.3 GHz + 6x Kryo 470 Silver)
  • GPU: Adreno 618
  • AI Performance: 3.6 TOPS
  • Jaringan: 4G LTE saja – tanpa 5G
  • Skor AnTuTu v11: ~500.000

Mengapa Harus Dihindari?

  • Tidak mendukung 5G, padahal semua operator global sedang fokus migrasi ke 5G.
  • Fabrikasi 8 nm boros daya dan cepat panas.
  • Performa kalah dari MediaTek Helio G99 (2022) yang harganya lebih murah dan fabrikasinya lebih modern (6 nm).

Fakta Mengejutkan: Helio G99 punya skor AnTuTu nyaris identik, tapi lebih efisien dan lebih baru meski sama-sama tanpa 5G.

2. MediaTek Dimensity 700 – 5G Palsu yang Tak Layak di 2026

Meski merupakan chipset 5G pertama di kelas entry-level, Dimensity 700 (rilis November 2020) kini sudah terlalu lemah untuk standar 2026.

Spesifikasi Utama:

  • Fabrikasi: 7 nm
  • CPU: Octa-core (2x Cortex-A76 @2.2 GHz + 6x Cortex-A55)
  • GPU: Mali-G57 MC2
  • Video: Maksimal 2K @30 FPS
  • Skor AnTuTu v11: ~500.000

Masalah Utama:

  • GPU sangat lemah tidak mampu menjalankan game modern dengan lancar.
  • Perekaman video hanya 2K, sementara chipset 2024–2026 rata-rata sudah 4K.
  • Performa setara dengan chipset 4G seperti Helio G99, padahal harganya biasanya lebih mahal karena embel-“5G”.

Alternatif Lebih Baik di 2026:

  • Dimensity 6080: fabrikasi 6 nm, clock speed 2.4 GHz, video 2K, harga lebih murah.
  • Dimensity 1080: fabrikasi 6 nm, GPU Mali-G68, video 4K, cocok untuk gaming ringan.

3. Snapdragon 695 – Janji 5G yang Gagal Memuaskan

Qualcomm meluncurkan Snapdragon 695 pada Oktober 2021 sebagai chipset 5G terjangkau. Sayangnya, spesifikasinya terlalu minim untuk bersaing di 2026.

Kelemahan Krusial:

  • CPU: Octa-core (2x Kryo 660 Gold @2.2 GHz + 6x Silver)
  • Fabrikasi: 6 nm (satu-satunya nilai plus)
  • GPU: Adreno 619
  • RAM: Hanya mendukung LPDDR4X, bukan LPDDR5/LPDDR5X
  • Wi-Fi: Wi-Fi 5 & 6, tanpa Wi-Fi 6E
  • Video: Maksimal 1080p @60 FPS   sangat rendah untuk era 4K

Keluhan Pengguna:

Menurut forum OnePlus Community, Snapdragon 695 sangat boros baterai saat gaming, dan sering mengalami thermal throttling. Bahkan untuk aplikasi seperti Instagram atau YouTube, suhu perangkat bisa naik drastis.

Verdict: Bukan pilihan bijak untuk pengguna aktif atau gamer casual di 2026.

4. MediaTek Helio G96 – Fabrikasi 12 nm yang Sudah Mati Era

Helio G96 sempat populer di HP gaming murah seperti Realme dan Infinix. Tapi pada 2026, fabrikasi 12 nm-nya adalah aib teknologi.

Spesifikasi Usang:

  • Fabrikasi: 12 nm (dua generasi di belakang standar 2026)
  • CPU: 2x Cortex-A76 @2.05 GHz + 6x Cortex-A55
  • GPU: Mali-G57 MC2
  • Video: 1080p @30 FPS
  • Skor AnTuTu: ~400.000–450.000

Perbandingan Nyata:

  • Lebih lambat dari Dimensity 700 (yang juga sudah usang).
  • Lebih boros daripada Helio G99 atau Dimensity 6020.
  • Tidak mendukung HDR video, AI photography canggih, atau refresh rate tinggi secara optimal.

Jika Anda melihat HP baru di 2026 masih pakai Helio G96, itu tanda vendor sedang menghemat biaya bukan memberi nilai.

5. Exynos 1280 – Canggih di Kertas, Panas di Dunia Nyata

Secara spesifikasi, Exynos 1280 terlihat menjanjikan:

  • Fabrikasi: 5 nm
  • CPU: 2x Cortex-A78 @2.4 GHz + 6x Cortex-A55
  • GPU: Mali-G68 MP4
  • Video: 4K @30 FPS
  • Skor AnTuTu v11: ~600.000

Namun, kenyataannya pahit.

Masalah Utama: Overheating Parah

Forum resmi Samsung dipenuhi keluhan pengguna Galaxy A-series (seperti A33, A53) yang menggunakan Exynos 1280:

  • Perangkat panas berlebih bahkan saat browsing atau menonton YouTube.
  • Performa turun drastis akibat thermal throttling.
  • Baterai cepat habis meski kapasitas besar.

Performa Nyata vs Teori

Benchmark menunjukkan Exynos 1280 setara Snapdragon 695 padahal fabrikasinya lebih canggih. Ini membuktikan optimasi Samsung kurang matang.

Kesimpulan: Spesifikasi bagus, tapi pengalaman pengguna buruk. Hindari jika Anda butuh stabilitas.

Apa yang Harus Dicari di Chipset Mid-Range 2026?

Jika ingin membeli HP baru di 2026, pastikan chipset-nya memenuhi kriteria berikut:

  • Fabrikasi ≤6 nm (idealnya 4 nm)
  • Dukungan 5G lengkap (Sub-6GHz + mmWave opsional)
  • Clock speed ≥2.4 GHz
  • GPU modern (Adreno 7xx, Mali-G610 ke atas)
  • Perekaman video 4K
  • Dukungan Wi-Fi 6E atau Wi-Fi 7
  • RAM LPDDR5 atau LPDDR5X

Beberapa chipset yang direkomendasikan di 2026:

  • Snapdragon 7+ Gen 3
  • Dimensity 8300 / 8400
  • Exynos 1480 (jika sudah diperbaiki thermal-nya)
  • Google Tensor G4 (untuk ekosistem Pixel)

Penutup: Jangan Tertipu Label “Mid-Range”

Harga murah bukan berarti nilai bagus. Di 2026, chipset lama = masa pakai pendek. Anda mungkin hemat Rp500 ribu hari ini, tapi kehilangan produktivitas, pengalaman gaming buruk, dan baterai cepat rusak dalam 6–12 bulan.

Sebelum membeli, cek chipset-nya. Jika termasuk salah satu dari lima di atas berpikirlah dua kali. Investasi di perangkat dengan chipset modern akan memberi kenyamanan jangka panjang yang jauh lebih berharga.

Ingat: Di era digital, chipset adalah otak ponsel Anda. Jangan biarkan otak itu ketinggalan zaman.