Klarifikasi Panpel Arema FC atas Keterlambatan Bus Jemputan Persebaya
Laga bertajuk derbi Jawa Timur Arema FC vs Persebaya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia selalu menghadirkan cerita.
Bahkan, sudah ada drama sebelum peluit sepak mula pertandingan pekan ke-30 Super league 2025-2026 Arema FC vs Persebaya Surabaya, dimulai.
Jelang laga yang akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Selasa (28/4/2026) sore, kendala sederhana terjadi di luar lapangan.
Bus jemputan rombongan Persebaya menjadi perbincangan luas di media sosial.
Tim beralias Bajul Ijo mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, sekitar pukul 14.20 Wita dan langsung bertolak menuju area penjemputan bus. Akan tetapi setelah menunggu 1 jam lebih bus tidak kunjung datang.
Tim operasional Persebaya pun mengambil keputusan untuk menyewa taksi dan langsung bertolak menuju ke tempat official training.
Kejadian ini dengan cepat menyebar di media sosial. Berbagai tanggapan bermunculan, sebagian di antaranya mempertanyakan kesiapan panitia dalam mengelola pertandingan besar.
Pemain inti Arema FC foto bersama sebelum menjalani laga pekan ke-22 Super league 2025-2026 melawan Madura United yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Sabtu (21/2/2026) malam.
Panpel Arema FC Buka Suara
Di tengah situasi tersebut, Panitia Pelaksana Arema FC memilih untuk tidak diam. Selain menyampaikan permohonan maaf, mereka juga memberikan penjelasan terbuka agar cerita yang beredar tidak berkembang menjadi persepsi yang keliru.
Langkah ini diambil untuk meluruskan fakta di lapangan agar tidak berkembang menjadi asumsi negatif di masyarakat dan mengganggu kedua tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi laga sarat gengsi.
Koordinator Panitia Lokal, Rojak, membeberkan kronologi kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa armada bus sebenarnya sudah siap di lokasi penjemputan sejak siang hari.
"Pukul 14.00 Wita bus pertama sudah datang di lokasi hotel. Namun, pada pukul 14.15 Wita diketahui ada masalah pada AC bus yang mati. Kami langsung meminta bus pengganti segera dikirim agar pemain tetap nyaman," tuturnya melalui rilis yang diterima KOMPAS.com.
Keputusan mengganti bus diambil demi menjaga kenyamanan pemain, meski konsekuensinya adalah waktu yang terbuang.
Bus pengganti yang lebih bagus kualitasnya tiba di lokasi pada pukul 14.55 Wita. Namun, karena mengejar waktu, sejumlah pemain tim Persebaya terpantau sudah berangkat lebih awal menggunakan taksi online menuju Bali United Training Center.
Panpel Arema FC menegaskan telah berupaya memberikan layanan sesuai regulasi. Setelah mendapat laporan resmi mengenai kendala bus, panpel langsung melakukan negosiasi sebagai bentuk tanggung jawab konkret.
Tujuannya agar Persebaya tetap mendapatkan waktu latihan yang layak meski sempat terganggu.
"Jadwal OT mereka diundur menjadi pukul 17.00-18.00 Wita di Bali United Training Center. Awalnya dijadwalkan pukul 16.00 Wita," kata Rojak.
Sementara itu terkait pemilihan lokasi latihan juga menjadi catatan penting yang telah dikomunikasikan pada Rabu (22/4/2026) lalu dengan manajer Persebaya, Alex Tualeka.
Sebagai informasi, stadion pada H-1 laga Arema FC vs Persebaya, Stadion Kapten I Wayan Dipta yang berada di Gianyar masih digunakan untuk menggelar partai Bali United vs PSM.
Panitia awalnya menawarkan sesi OT (Official Training) pukul 20.00 Wita. Tetapi, pihak Persebaya meminta waktu latihan sore, sesuai jam pertandingan dan minta dicarikan stadion alternatif untuk menggelar sesi.
Situasi Berangsur Kondusif
Pihak manajemen Persebaya pun telah memaklumi kejadian tersebut setelah mengetahui bahwa kendala yang terjadi murni masalah teknis operasional bus, bukan faktor kesengajaan.
Persiapan laga ini memang sangat menantang karena izin resmi dan rekomendasi polisi baru keluar pada 22 April 2026.
Sehingga, panpel hanya memiliki waktu efektif 5 hari untuk bergeser dari Malang ke Bali.
"Kami berharap hal ini menjadi pelajaran berharga dan tidak perlu dibesar-besarkan secara negatif."
"Semua sudah dicarikan solusi terbaik dan situasi antara kedua pihak tetap kondusif menjelang pertandingan," pungkas Erwin Hardiyono, Panpel Arema FC.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang