Menantea Milik Jerome Polin Tutup Permanen per 25 April, Ada Promo Perpisahan
Menantea, brand minuman teh kekinian milik dua saudara kreator konten Jehian Panangian dan Jerome Polin, akan tutup permanen mulai pertengahan April 2026, tepatnya Sabtu (25/4/2026).
Pengumuman ini disampaikan hampir bertepatan dengan hari ulang tahun kelima Menantea yang dirayakan setiap 10 April.
"Berat rasanya mengatakan ini. Namun, seperti yang sudah diinfokan oleh Mintea2, seluruh cabang Menantea akan resmi tutup operasional per tanggal 25 April 2026," tulis keterangan resmi dari Instagram @menantea.toko, dilansir Sabtu (11/4/2026).
Dalam unggahan yang sama, brand minuman teh tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada Neteazen (panggilan akrab untuk pelanggan Menantea).
Menantea milik Jerome Polin akan tutup permanen
Jehian Panangian (kanan) dan adiknya, Jerome Polin (kiri). Menantea milik Jerome Polin dan Jehian Panangian akan berhenti beroperasi pada 25 April 2026. Jangan lewatkan promo perpisahan mulai Rp 10.000.
Berdasarkan unggahan dari Jehian dan Jerome, tidak disebutkan secara jelas penyebab Menantea berhenti beroperasi.
Namun, Jehian menyampaikan bahwa dalam menjalankan usaha pertama mereka ini, keduanya belum siap menghadapi sisi gelap dunia bisnis.
"Kami kurang melakukan background research (riset latar belakang) terhadap calon partner bisnis, kami tidak rutin melakukan audit internal keuangan," tulis Jehian, dilansir dari akun @jehianps.
Selama dua tahun, mereka mengambil sejumlah langkah, dari melakukan audit investigasi dengan Kantor Akuntan Publik, memberikan kompensasi atas hak karyawan yang belum dipenuhi, hingga menyelesaikan hutang pajak.
Menawarkan promo perpisahan
Sebagai bentuk apresiasi terakhir, Menantea menawarkan program clearance sale. Promo ini berlaku selama 15 hari terakhir masa operasional mereka.
Masyarakat bisa menikmati minuman dengan harga Rp 10.000 per cup, serta Rp 15.000 per cup untuk wilayah Papua.
Menebarkan banyak tawa
Dalam peluncuran Menantea pertama kali, Jehian sempat menyampaikan bahwa tahun 2021 merupakan tahun yang cukup berkesan bagi brand tersebut.
Sementara itu, Jerome mengatakan, berkat dukungan dari Neteazen, mereka dapat Menantea dalam kurun waktu 10 hari. Waktu itu, dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, sudah ada 68 outlet Menantea.
"Sejak awal, kami meluncurkan brand ini memang untuk menebarkan banyak tawa sehingga strategi marketing kami, baik dari penamaan menu hingga kampanye, memiliki basis komedi," kata Jerome waktu itu, dilaporkan Kompas.com, Sabtu (14/8/2021).
Beragam inisiatif telah dilakukan Menantea, salah satunya berbagi 2.500 gelas teh untuk pengendara ojek online (daring),3.500 gelas teh untuk tenaga kesehatan, dan 1.000 vocher digital untuk Neteazen.
Selain sebagai syukuran tujuh juga subscribers di akun YouTube Nihonggo Mantappu, inisiatif tersebut juga menjadi bentuk kepedulian dan ucapan terima kasih kepada garda terdepan saat Covid-19.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang