Truk dan Double Cabin Ikut Disetrum, JAC Bikin Peta Main Baru
Chief Operating Officer JAC Motors Indonesia, Reggie Kurnia, menyebut bahwa kebutuhan kendaraan listrik di sektor komersial semakin relevan, seiring meningkatnya tekanan terhadap biaya logistik dan tuntutan penggunaan energi yang lebih bersih.
“JAC Motors siap menghadirkan kendaraan listrik komersial yang inovatif untuk mendukung berbagai kebutuhan industri di Indonesia,” ujar Reggie di Kemayoran, Jakarta.
Masuknya JAC ke Indonesia tidak dilakukan sendiri. Perusahaan menggandeng Indomobil Group sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini dinilai penting, mengingat jaringan distribusi dan layanan purna jual menjadi faktor krusial di segmen kendaraan niaga.
Secara global, JAC Motors telah berdiri sejak 1964 di Hefei, China. Pengalaman panjang tersebut menjadi modal untuk memperluas pasar ke berbagai negara, termasuk Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar di sektor kendaraan komersial.
JAC Motors Indonesia sendiri mulai beroperasi di Tanah Air sejak Agustus 2025. Saat ini, aktivitas bisnisnya sudah berjalan di beberapa wilayah seperti Jakarta dan Balikpapan. Ke depan, perusahaan berencana memperluas jangkauan ke area lain, mengikuti pusat aktivitas industri dan logistik.
Dalam ajang GIICOMVEC 2026, JAC membawa tiga model kendaraan listrik komersial sebagai perkenalan awal ke pasar. Ketiganya mewakili kebutuhan yang berbeda, mulai dari kendaraan operasional di medan berat hingga distribusi perkotaan.
Model pertama adalah T9 EV, kendaraan double cabin berpenggerak 4x4 yang ditujukan untuk kebutuhan operasional di berbagai kondisi jalan. Kehadiran model ini menarik perhatian karena segmen double cabin selama ini masih didominasi mesin berbahan bakar konvensional.
Selain itu, ada Urban Mover N90 EV yang berperan sebagai truk ringan untuk distribusi barang. Segmen ini menjadi salah satu yang paling cepat beradaptasi dengan elektrifikasi, terutama untuk penggunaan dalam kota dengan jarak tempuh yang relatif terukur.