Kata-kata Bojan Hodak Usai Skor Semen Padang Vs Persib 0-2
Persib Bandung berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Semen Padang pada laga pekan ke-26 Super League 2025-2026.
Hasil Semen Padang vs Persib berakhir dengan skor 0-2 pada Minggu (5/4/2026) di Stadion H Agus Salim.
Gol kemenangan Persib dicetak Ramon Tanque. Ia memborong dua gol pada menit ke-32 dan 70.
Kemenangan ini membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen Super League 2025-2026, meninggalkan salah satu pesaing mereka, Persija Jakarta, yang mengalami kekalahan.
Pelatih Persib Bojan Hodak, menyebut hasil ini tak didapatkan pasukannya dengan mudah. Pasalnya Semen Padang sempat mendominasi selama 30 menit pertama.
“Saya katakan sebelumnya bahwa ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujar Hodak.
“Pada akhirnya, ini memang pertandingan yang sulit, selama 20-30 menit pertama, mereka masuk lebih baik ke dalam permainan,” ujarnya.
Hingga akhirnya lewat skema transisi, Berguinho mengirim umpan terukur yang dicocor Tanque, mendahului sergapan kiper Semen Padang, Rendy Oscario.
lahan kami mulai mengendalikan. Setelah kami mencetak gol, kami memiliki peluang, tapi di situlah kami harus menyelesaikan permainan lebih awal,” paparnya.
Situasi Babak Kedua
Selebrasi penyerang Persib Bandung Ramon Tanque usai cetak gol ke gawang Semen Padang. Hasil Semen Padang vs Persib berkesudahan 0-2, Minggu (5/4/2026) di Stadion H Agus Salim Padang.
Pada paruh kedua Hodak menginstruksikan Thom Haye dkk untuk mengendalikan permainan lewat umpan-umpan akurat dan tajam ke depan.
Rencananya membuat Semen Padang terkurung, sehingga tak mampu berbuat banyak dalam mengancam pertahanan Persib.
Serangan Kabau Sirah malam itu terlalu mudah dipatahkan pertahanan Persib, sebelum benar-benar mengancam kiper Teja Paku Alam.
“Saya pikir babak kedua, kami harus mengendalikan permainan, saya rasa tidak ada terlalu banyak kesempatan untuk mereka,” papar Hodak.
Ramon Tanque lalu mencetak gol keduanya lewat sundulan, menerima crossing Thom Haye yang sempat menyentuh punggung lawan.
“Tapi sekali lagi, kami mencetak satu gol lagi, kami memiliki beberapa kesempatan lagi untuk mencetak lebih banyak tapi kenyataannya tidak bisa,” kata Hodak.
Tantangan Usai Jeda Kompetisi
Hodak bisa menyimpulkan bahwa para pemainnya kerap kehilangan performa atau sentuhan terbaik usai jeda internasional.
Sang pelatih asal Kroasia itu mengamati hal seperti ini juga terjadi setelah jeda kompetisi karena Match Day pada Maret lalu.
“Entah kenapa dan bagaimana, selalu setelah ada jeda kompetisi (internasional) pada pertandingan pertama kami, entah bagaimana tidak dalam kondisi terbaik,” tuturnya.
“Jadi saya berharap di pertandingan berikutnya, kami akan menjadi lebih baik dan terus membaik,” kata Hodak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang