Trafik Lebaran Telkom 2026 Naik, Kapasitas Jumbo 60,7 Tbps

Trafik Lebaran Telkom 2026 Naik, Kapasitas Jumbo 60,7 Tbps
Trafik Lebaran Telkom 2026 Naik, Kapasitas Jumbo 60,7 Tbps

  • Telkom memprediksi kenaikan trafik data internet mencapai satu digit pada momen Idulfitri 2026.
  • Kapasitas jaringan fixed broadband digandakan hingga 60,7 Tbps guna menghindari risiko koneksi lambat.
  • Sebanyak 13.200 petugas lapangan siaga penuh selama periode RAFI untuk menjaga stabilitas layanan.

Mengantisipasi Lonjakan Trafik Lebaran Telkom 2026

Pada sektor fixed broadband, Telkom memprediksi kenaikan trafik sekitar 9,2% dengan estimasi mencapai 30,3 Tbps. Untuk menghadapi lonjakan tersebut, InfraNexia sebagai entitas infrastruktur grup telah menyiapkan langkah preventif. Mereka menyediakan kapasitas jaringan hingga 60,7 Tbps.

Angka tersebut sengaja disiapkan dua kali lebih besar dari proyeksi kebutuhan normal. Langkah ini sangat krusial karena lonjakan trafik berisiko membuat internet melambat atau mengalami delay. Dengan kapasitas yang mumpuni, layanan streaming hingga video call dipastikan tetap lancar tanpa gangguan.

Penguatan Jaringan Mobile dan Sinergi Komdigi

Selain layanan kabel, sektor mobile broadband juga diprediksi mengalami puncak trafik hingga 70,85 petabyte. Angka ini mencerminkan kenaikan 11,1% dari hari biasa. Telkom telah memperkuat lebih dari 229 ribu BTS yang mencakup 97% wilayah Indonesia untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Pemerintah melalui Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, turut menekankan pentingnya kolaborasi antar-operator. Kerja sama ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan layanan komunikasi yang aman dan stabil. Sinkronisasi antara pemerintah dan operator menjadi kunci suksesnya konektivitas selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI).

Strategi Operasional dan Kesiagaan Infrastruktur

Kesiapan ini didukung oleh lebih dari 13.200 petugas lapangan dan 480 petugas posko khusus. Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, menyatakan bahwa seluruh infrastruktur telah melalui uji performa yang ketat. Optimalisasi sistem monitoring dan perangkat IT juga ditingkatkan untuk mengawasi jalur mudik dan pusat layanan publik.