Google Maps Rilis Fitur AI "Ask Maps", Bisa Jawab Pertanyaan Rumit dan Rekomendasikan Tempat
Google Maps resmi merilis fitur baru yang ditenagai kecerdasan buatan (AI) Gemini, pada Jumat (13/3/2026).
Fitur anyar bernama "Ask Maps" ini memungkinkan pengguna mengobrol langsung dengan Google Maps untuk mencari informasi lokasi atau rekomendasi tempat.
Selain mengandalkan AI Gemini, fitur Ask Maps ini juga dipadukan dengan data lokasi milik Google Maps. Dengan kombinasi ini, pengguna dapat mengajukan pertanyaan yang lebih kompleks.
Untuk menggunakan fitur tersebut, pengguna cukup mengetuk tombol "Ask Maps" lalu mengetik atau mengucapkan pertanyaan.
Maps nantinya akan memberikan jawaban dengan gaya percakapan, lengkap dengan tampilan peta yang disesuaikan untuk membantu pengguna memahami lokasi yang direkomendasikan.
Google Maps kini dibekali fitur Ask Maps. Fitur berbasis AI ini bisa menjawab pertanyaan kompleks atau lebih rinci dari pengguna. Fitur ini juga memanfaatkan data di Maps untuk dikumpulkan menjadi jawaban yang relevan.
Misalnya, pengguna dapat bertanya, "saya akan bertemu dengan teman-teman setelah kerja, apakah ada tempat nongkrong yang estetik di sekitar sini?".
Jawaban yang diberikan juga dipersonalisasi berdasarkan aktivitas pengguna di Google Maps, seperti lokasi yang pernah dicari atau tempat yang disimpan.
Misalnya, pengguna lebih sering mencari kafe atau tempat ngopi di Google Maps. Maka Maps akan memberikan jawaban yang relevan dengan riwayat pencarian tersebut.
Dengan begitu, rekomendasi yang muncul dapat lebih sesuai dengan preferensi masing-masing pengguna.
Sebelumnya, informasi kompleks dan detail seperti ini biasanya kita dapatkan lewat pencarian manual dengan membaca ulasan tempat satu per satu. Kini dengan fitur Ask Maps, Google akan langsung merangkum jawaban berdasarkan data yang dimiliki Google Maps.
Google menjelaskan, sistem ini bisa menganalisis informasi dari lebih dari 300 juta tempat di seluruh dunia, termasuk ulasan dari komunitas yang berjumlah lebih dari 500 juta kontributor. Data tersebut digunakan untuk memberikan rekomendasi tempat yang relevan bagi pengguna.
Selain memberikan rekomendasi, fitur Ask Maps juga memungkinkan pengguna langsung melakukan tindakan dari hasil pencarian, dirangkum KompasTekno dari halaman resmi Google.
Misalnya, pengguna dapat memesan tempat di restoran, menyimpan lokasi ke dalam daftar, membagikannya ke teman, atau langsung membuka navigasi menuju lokasi tersebut.
Untuk tahap awal, fitur Ask Maps ini akan dirilis di Amerika Serikat dan India. Fitur ini akan hadir untuk perangkat Android dan iOS, sedangkan versi desktop akan menyusul dalam waktu dekat.
Tampilan 3D Google Maps lebih detail
Selain merilis fitur Ask Maps, Google Maps juga kini memiliki tampilan yang lebih imersif. Maps bisa menampilkan kondisi jalan dengan lebih detail dan dalam bentuk 3D. Misalnya jalan layang, bangunan, hingga kondisi kemacetan.
Selain menghadirkan fitur Ask Maps, Google juga memperbarui sistem navigasi di Maps. Google mengatakan, pembaruan ini merupakan yang terbesar dalam 10 tahun terakhir.
Pembaruan tersebut menghadirkan fitur Navigasi Imersif, yakni menampilkan peta 3D yang lebih detail. Tampilan ini akan memperlihatkan bangunan, jembatan layang, hingga kondisi medan di sekitar rute perjalanan secara lebih realistis.
Dalam mode ini, peta juga dapat menyoroti elemen penting di jalan seperti jalur kendaraan, penyeberangan pejalan kaki, lampu lalu lintas, hingga rambu berhenti. Informasi tersebut bertujuan membantu pengemudi memahami kondisi jalan sebelum melakukan manuver.
Teknologi ini juga didukung model Gemini yang menganalisis citra dunia nyata dari Street View serta foto udara untuk memberikan gambaran rute yang lebih akurat.
Selain tampilan visual baru, Google juga menambahkan beberapa fitur lain pada navigasi, seperti tampilan rute yang lebih luas, panduan suara yang lebih natural, hingga informasi rute alternatif berdasarkan kondisi lalu lintas.
Google menyebut bahwa sistemnya memproses lebih dari 5 juta pembaruan lalu lintas setiap detik di seluruh dunia. Informasi ini membantu Maps memberikan rute alternatif jika terjadi kemacetan, kecelakaan, atau pekerjaan jalan.
Fitur Navigasi Imersif mulai diluncurkan di Amerika Serikat dan akan diperluas dalam beberapa bulan ke depan ke perangkat Android dan iOS yang kompatibel, serta sistem kendaraan yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang