Jutaan Gamer Gunakan Epic Games Store, Tapi Penjualan Game Nyaris Nol!
Platform distribusi game digital Epic Games Store berhasil mencatat pertumbuhan jumlah pengguna yang drastis dalam beberapa tahun terakhir, namun peningkatan itu belum berbanding lurus dengan pertumbuhan pendapatan dari penjualan game pihak ketiga, menurut laporan terbaru.
Epic Games Store
Sejak diluncurkan pada desember 2018, Epic Games Store terus menarik perhatian pemain PC sebagai alternatif dari platform dominan seperti Steam.
Pada awal 2019, jumlah pengguna terdaftar di Epic dilaporkan mencapai sekitar 108 juta orang, namun pada akhir 2024 angka itu meroket menjadi lebih dari 295 juta pengguna. Ini berarti terjadi peningkatan lebih dari 173 persen dalam enam tahun pencapaian yang terlihat mengesankan di atas kertas.
Pertumbuhan itu sebagian besar didorong oleh strategi agresif perusahaan dalam menarik pemain baru, terutama melalui program pembagian game gratis setiap minggu, yang membuat jutaan pengguna membuat akun hanya untuk klaim judul‑judul gratis dan kemudian jarang kembali lagi.
Meski jumlah pengguna meningkat pesat, pendapatan dari game pihak ketiga yaitu game yang bukan dikembangkan langsung oleh Epic justru hampir tidak bertambah signifikan. Selama enam tahun terakhir, pendapatan segmen ini hanya naik sekitar 1,6 persen, menunjukkan bahwa pengguna baru tidak banyak membeli game dari pihak ketiga di dalam platform.
Artinya, meskipun basis pengguna besar, kebanyakan orang yang membuat akun Epic tampaknya hanya tertarik pada hadiah gratis, dan bukan untuk belanja game secara aktif seperti di Steam atau platform pesaing lainnya.
Program pembagian game gratis memang membantu mendongkrak jumlah pengguna dan meningkatkan visibilitas Epic Games Store.
Namun, pendekatan ini juga dinilai membuat banyak orang terbiasa hanya membuka platform untuk mengambil judul gratis dan kemudian tidak kembali untuk membeli game lain, sehingga berdampak rendah terhadap pendapatan keseluruhan dari penjualan pihak ketiga.
Peningkatan jumlah pengguna yang tidak diikuti dengan peningkatan signifikan dalam pengeluaran game pihak ketiga ini menimbulkan pertanyaan soal keberlanjutan strategi tersebut di masa depan, terutama dibandingkan dengan model yang lebih berbasis pembelian konsisten seperti yang terlihat di Steam.
Steam tetap menjadi pemimpin pasar dalam distribusi game PC, dengan basis pengguna yang sangat besar dan tingkat pembelian yang tinggi, sementara Epic lebih banyak dipandang sebagai platform untuk klaim game gratis dan mencari deal menarik.
Epic Games sendiri terus menawarkan sejumlah fitur kompetitif termasuk bagi hasil yang lebih menguntungkan bagi pengembang untuk menarik lebih banyak judul ke toko mereka. Namun, tantangan terbesar masih tetap membuat pemain mau membuka dompetnya di luar sekadar mengambil game gratis.
Epic Games Store
Dari data yang ada, jelas bahwa Epic telah berhasil membangun basis pengguna besar dalam waktu relatif singkat. Tetapi tantangan terbesar kini adalah bagaimana mengubah basis besar itu menjadi pendapatan konsisten, khususnya dari game pihak ketiga.
Keberhasilan dalam hal ini akan menentukan apakah Epic Games Store dapat mempertahankan relevansinya dalam jangka panjang di pasar distribusi game PC yang sangat kompetitif.