Pendiri Google Ikut Eksodus, Bayar Rp 800 Miliar Merapat ke "Bunker Miliarder"

Bunker Miliarder, Sergey Brin, pendiri Google, Pendiri Google Ikut Eksodus, Bayar Rp 800 Miliar Merapat ke

Pendiri Google, Sergey Brin, dilaporkan baru saja membeli sebuah rumah mewah di pinggir laut kawasan Miami, Amerika Serikat. Properti mewah tersebut bernilai 51 juta dollar AS atau sekitar Rp 860 miliar.

Rumah raksasa ini berlokasi di Allison Island, Teluk Biscayne. Kawasan ini merupakan area perumahan eksklusif yang letaknya berdekatan dengan salah satu kawasan elite yang kerap dijuluki sebagai "Bunker Miliarder".

Meski nama Brin tidak tertera langsung pada sertifikat tanah, dokumen transaksi menunjukkan jejak yang mengarah kepadanya.

Dihimpun KompasTekno dari Times of India, alamat dan perwakilan hukum pembeli properti tersebut berafiliasi erat dengan sang miliarder teknologi.

Berdasarkan dokumen properti yang tercatat, kepemilikan rumah tersebut dipindahtangankan dari perusahaan MB 1 LLC milik Michael Burke. Pihak pembelinya adalah Lagoon LLC, sebuah perusahaan yang terdaftar di kota Reno, Nevada.

Alamat Lagoon LLC di Reno tersebut rupanya identik dengan kantor firma hukum yang dikelola oleh pengacara Michaelle Rafferty. Nama Rafferty sendiri sudah langganan muncul dalam berbagai dokumen transaksi real estate yang melibatkan Sergey Brin di masa lalu.

Dibangun pada tahun 2019, rumah mewah ini berdiri dengan luas bangunan sekitar 930 meter persegi. Fasilitas di dalamnya terbilang sangat premium, mencakup sebuah pendopo tepi kolam, teras berbahan lantai marmer, kolam renang mewah, serta kolam air panas.

Tren eksodus ke Miami

Jika pembelian ini resmi dikonfirmasi, Brin akan memperpanjang daftar nama bos raksasa teknologi yang melakukan eksodus dan membeli rumah bernilai tinggi di kawasan Miami.

Beberapa bulan belakangan, rekan sesama pendiri Google, Larry Page, dilaporkan telah menggelontorkan dana lebih dari 180 juta dollar AS (sekitar Rp 3 triliun) untuk memborong beberapa rumah di kawasan Coconut Grove.

Tak ketinggalan, CEO Meta (induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp) Mark Zuckerberg juga merogoh kocek sekitar 170 juta dollar AS (sekitar Rp 2,9 triliun) untuk sebuah properti di Indian Creek Island.

Indian Creek Island inilah yang secara luas dikenal dengan julukan "Bunker Miliarder". Pulau pribadi ini dijaga dengan sistem keamanan super ketat, hanya diisi oleh sekitar 40 rumah, dan memiliki pasukan kepolisiannya sendiri.

Lokasi rumah baru Brin di Allison Island hanya berjarak beberapa 1,5 km dari "bunker" tersebut.

Alasan tinggalkan Silicon Valley

Eksodus besar-besaran para petinggi Silicon Valley ke pesisir timur AS ini tentu bukan tanpa alasan. Faktor utamanya adalah tingginya beban pajak di negara bagian California.

Sebagai informasi, California yang merupakan "rumah" bagi mayoritas raksasa teknologi, selama ini dikenal memiliki salah satu tarif pajak penghasilan negara bagian tertinggi di AS.

Sebaliknya, negara bagian Florida, tempat Miami berada, sama sekali tidak memungut pajak penghasilan negara bagian alias nol persen.

Kebijakan ramah miliarder inilah yang menyulap Florida menjadi surga baru bagi para bos teknologi untuk mengamankan harta kekayaan mereka.

Agen properti dari Douglas Elliman, Dina Goldentayer, mengungkapkan bahwa tren hijrahnya para miliarder ini telah mengerek harga lahan yasan mewah di Miami ke rekor tertinggi yang baru.

"Orang-orang ingin berada di dekat kolega mereka. Mereka ingin dikelilingi oleh orang-orang dari industri teknologi dan keuangan. Hal inilah yang memberikan dampak besar pada pasar properti," pungkas Goldentayer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang