Cek Indikator Aki Mobil Bekas, Bisa Menghemat Jutaan Rupiah
Menjelang Lebaran, tak sedikit orang berburu mobil bekas untuk menemani perjalanan mudik. Namun, membeli mobil bekas tentu memerlukan ketelitian ekstra.
Selain memeriksa bodi, mesin, dan kilometer, salah satu hal penting yang tak boleh dilewakan adalah kondisi aki.
Pemeriksaan aki sejak awal bisa membantu pembeli menghemat biaya, karena harga aki baru mobil biasa bisa mencapai Rp 1–2 jutaan, bahkan lebih untuk tipe tertentu.
Menurut Gazoel Amin dari jasa inspeksi Bantu Cek, pengecekan aki sebaiknya tidak dilewatkan oleh pembeli mobil bekas.
“Kalau kondisinya sudah kurang baik, repotnya bisa bertambah, dan biaya penggantian lumayan mahal. Cara mudah untuk mengecek aki adalah melihat indikator warna yang biasanya ada di stiker aki. Warna hijau menandakan aki masih sehat, sementara merah berarti perlu diisi ulang atau diganti,” kata Gazoel kepada Kompas.com, Kamis (26/2/2026).
Ilustrasi aki mobil
Selain itu, untuk aki kering, Gazoel menyarankan penggunaan battery tester. Alat ini bisa menunjukkan apakah aki masih layak pakai, perlu di-charge, atau harus diganti. Dengan begitu, pembeli bisa memastikan mobil bekas yang dibeli benar-benar siap pakai.
Tidak hanya itu, penting juga mengecek alternator atau generator mobil.
“Setelah mobil dinyalakan, alat ini akan menunjukkan apakah sistem pengisian bekerja dengan baik. Kalau alternator bermasalah, aki baru sekalipun bisa cepat habis,” katanya.
Dengan langkah sederhana ini, pembeli mobil bekas tidak hanya menghemat biaya penggantian aki, tetapi juga memastikan kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan. Pemeriksaan aki sejak awal bisa menjadi investasi kecil yang mencegah masalah besar di kemudian hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang