Review Game Hytale Early Access: Saingan Baru Minecraft dengan Potensi Besar

Game Hytale
Game Hytale

 Setelah penantian panjang lebih dari satu dekade, dunia fantasi voxel sandbox RPG Hytale resmi memasuki fase Early Access pada 13 Januari 2026, memberikan pengalaman awal kepada para pemain jauh sebelum versi final dirilis.

Kehadiran Hytale ini menjadi salah satu momen paling dinanti oleh komunitas gamer sejak pertama kali diumumkan hampir sepuluh tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Game Hytale

Hytale ‘Minecraft 2.0’ yang Akhirnya Terwujud

Hytale dikembangkan oleh Hypixel Studios, yang terdiri dari kelompok pengembang awal server populer Minecraft. Game ini sering dibandingkan dengan Minecraft karena gaya visual voxel, mekanik crafting, dan eksplorasi terbuka.

Ketika versi Early Access diluncurkan, banyak pengulas menyebut Hytale sebagai semacam “Minecraft 2.0” versi yang diperluas dengan banyak fitur tambahan namun tetap terasa akrab bagi pemain genre ini.

Dalam review Early Access, IGN menilai bahwa Hytale menunjukkan potensi besar dengan gameplay yang menarik, kontrol intuitif, dan banyak variasi musuh serta biome dalam dunia Orbisnya. Meskipun demikian, review tersebut juga mencatat bahwa permainan masih terasa agak tanpa arah yang jelas di beberapa bagian karena fase awalnya yang belum rampung.

Kelebihan

Beberapa aspek positif permainan ini menurut para reviewer meliputi:

  1. Gameplay Kreatif dan Fleksibel – Hytale menawarkan kebebasan dalam membangun, bertempur, dan mengeksplorasi dunia besar, sehingga memberi ruang bagi imajinasi pemain untuk berkembang.
  2. Desain Dunia yang Kaya – Dunia Orbis dipenuhi dengan berbagai bioma, struktur, NPC, dan musuh yang membuat eksplorasi terasa menarik meski masih dalam tahap awal.
  3. Kontrol dan Mekanik Dasar yang Solid – Meski belum lengkap, kontrol karakter dan mekanik dasar bertahan hidup terasa cukup responsif dan mudah diadaptasi oleh pemain baru maupun veteran game sandbox serupa.

Kekurangan

Sebagai bagian dari Early Access, Hytale juga tampil dengan sejumlah keterbatasan signifikan, termasuk:

  1. Keterbatasan Konten Awal – Beberapa fitur yang pernah dijanjikan sebelumnya, seperti minigames atau beberapa elemen cerita, belum tersedia pada peluncuran awal.
  2. Sensasi Belum ‘Sempurna’ – Sang pendiri, Simon Collins-Laflamme sendiri menyatakan game ini sebenarnya “belum cukup baik” pada saat peluncuran awal Early Access, dan memang masih terdapat banyak area yang terasa mentah atau belum optimal.
  3. Kurangnya Arah yang Jelas – Meskipun banyak hal positif, pemain terkadang bisa kehilangan arah karena tujuan game belum ditetapkan dengan kuat dalam fase ini.

Respon awal dari komunitas pemain dan reviewer cenderung beragam, namun kebanyakan menyambut Hytale sebagai proyek yang menjanjikan dan penuh potensi meskipun belum matang.

Banyak yang menikmati elemen dasarnya terutama bagi mereka yang telah lama menanti alternatif dari Minecraft tetapi masih ada ekspektasi bahwa fitur-fitur besar dan sistem lanjutan akan hadir dalam update mendatang.

Selain itu, karena Hytale hanya tersedia melalui launcher resmi dan bukan lewat platform seperti Steam, pemain harus membeli lewat situs resminya. Hal ini untuk memastikan fokus pengembang pada komunitas inti yang membantu membentuk perkembangan game.

Minecraft vs Hytale

Minecraft vs Hytale

Secara keseluruhan, Early Access Hytale dipandang sebagai fondasi kuat untuk masa depan game itu sendiri. Review IGN dan beberapa media lain melihat bahwa game ini sudah cukup “menyenangkan” untuk dimainkan sekarang, tapi masih akan jauh berkembang menuju versi final yang lebih lengkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Minecraft vs Hytale

Minecraft vs Hytale

Banyak elemen kreatif dari crafting, eksplorasi, hingga kemampuan membangun sudah terasa menyatu dengan baik, menjadikan Hytale bukan sekadar salinan Minecraft, tetapi sebuah pengalaman sandbox RPG dengan identitasnya sendiri.