Pelatih Ratchaburi Akui Perbedaan Besar Atmosfer Liga Thailand dan Kandang Persib

Persib, Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, Pelatih Ratchaburi Akui Perbedaan Besar Atmosfer Liga Thailand dan Kandang Persib

Ratchaburi FC melaju ke babak delapan besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 usai menyisihkan jawara Liga Indonesia Persib Bandung. 

Ratchaburi lolos dengan keunggulan agregat 3-1 walau menelan kekalahan 0-1 dari Persib, Rabu (11/2/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). 

Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, mengaku tak terkejut dengan atmosfer kandang Persib GBLA yang dipenuhi oleh pendukung lawan. 

Mantan pemain Timnas Thailand ini hanya sedikit kecewa dengan kericuhan yang terjadi usai laga, namun pemainnya pulang meninggalkan stadion dengan pengawalan ketat dan selamat. 

“Sejujurnya, saya tidak terlalu terkejut, pada masa lalu saya pernah bermain di hadapan 100 ribu penonton. Saya harus mengakui sedikit kecewa dengan situasi di akhir pertandingan,” kata Srimaka. 

“Namun setelah laga selesai, semuanya kembali tenang. Kami paham mengapa para suporter kecewa, tapi ini hanyalah sebuah pertandingan, sepak bola untuk dinikmati,” paparnya. 

Dukungan Berbeda Fan di Indonesia dan Thailand

Persib, Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, Pelatih Ratchaburi Akui Perbedaan Besar Atmosfer Liga Thailand dan Kandang Persib

Spanduk besar karya Bobotoh di Tribun Timur terpampang di laga Persib Bandung vs Ratchaburi FC (Thailand) pada laga 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, Rabu (18/2/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Worrawoot pernah bermain di Jakarta saat membela Timnas Thailand menghadapi Timnas Indonesia. 

Baginya, hal yang menonjol saat bermain di Indonesia adalah dukungan meriah dari suporter, hal yang tak ia temukan ketika bermain di level klub di Liga Thailand. 

“Hal yang paling menonjol ketika bermain di Indonesia adalah dukungan suporter yang sangat meriah. Itu menyenangkan dan penuh semangat. Di Thailand, kami jarang melihat atmosfer seperti ini,” kesannya. 

“Tentang perbedaan (atmosfer) Bandung dan Jakarta, tidak terlalu berbeda jauh. Tapi jelas berbeda dibandingkan Thailand, karena suporter di Indonesia lebih bersemangat dan lebih agresif dalam mendukung timnya,” ucapnya. 

Sempat Gugup

Persib, Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, Pelatih Ratchaburi Akui Perbedaan Besar Atmosfer Liga Thailand dan Kandang Persib

Aksi Guilherme Negueba dibayangi Layvin Kurzawa. Ratchaburi FC sempat gugup oleh atmosfer kandang Persib Bandung di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada laga leg kedua AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026, Rabu (11/6/2026).

Srimaka mengakui pasukannya sempat bermain gugup di awal pertandingan hingga kebobolan cepat tercipta. Beruntung gol lawan dianulir sebab offside.

Tekanan Persib begitu menggebu, malam itu, The Dragons coba mengatur ritme guna mengontrol permainan, kartu merah membantu Ratchaburi meredam ambisi lawan. 

Seperti diketahui penyerang Persib Uilliam Barros diganjar kartu merah langsung pada akhir babak pertama. Maung Bandung main dengan 10 pemain selama babak kedua. 

“Itu pertandingan yang sulit. Lawan bermain dengan banyak tekanan dan tim kami sempat sedikit gugup,” ucap Worrawoot. 

“Namun, kami mampu kembali ke dalam permainan. Poin paling penting adalah kartu merah. Ketika mereka mendapat kartu merah, permainan menjadi lebih mudah bagi kami,” urainya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang