Komdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Rekrutmen via Google Drive

Komdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Rekrutmen via Google Drive
Komdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Rekrutmen via Google Drive

  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, memerintahkan audit internal terkait proses rekrutmen.
  • Dugaan kelalaian sistem muncul setelah berkas pelamar diunggah melalui Google Drive yang aksesnya terbuka.
  • Pihak Komdigi telah menutup akses bermasalah dan mengalihkan proses ke kanal yang lebih aman.
  • Data pribadi pelamar, termasuk KTP dan Ijazah, berpotensi diakses pelamar lain.

Audit Internal dan Fokus pada Kelalaian Sistem Komdigi

Lebih lanjut, Nezar menambahkan bahwa kementerian segera mengambil tindakan cepat saat insiden terjadi. Akses bermasalah pada folder unggahan langsung ditutup. Mereka juga mengalihkan proses pengiriman berkas ke kanal lain yang dinilai memiliki lapisan keamanan lebih baik.

Penggunaan Google Drive Dinilai Tidak Tepat

Wamen Nezar secara tersirat mengkritik penggunaan platform publik seperti Google Drive untuk mengelola data sensitif. Proses tersebut, menurutnya, seharusnya tidak dilakukan dalam sistem rekrutmen resmi pemerintah.

"Mestinya ya [enggak pakai Google Drive]. Jadi makanya yang sedang ditelisik kenapa itu terjadi,” ujarnya. Kritikan ini menyoroti minimnya protokol keamanan saat memilih platform untuk pengumpulan dokumen.

Kronologi Kebocoran Data Rekrutmen PJLP

Kreator TikTok bernama Abil Sudarman adalah pihak pertama yang menyoroti kejanggalan pada alur pendaftaran. Pelamar diminta mengunggah dokumen penting ke folder Google Drive spesifik.

Jenis Data Pelamar yang Terancam

Pelamar wajib menyerahkan berbagai dokumen pribadi. Dokumen-dokumen tersebut mencakup CV, Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat lamaran, ijazah, hingga transkrip nilai.

Masalah serius timbul karena pengaturan akses folder Google Drive diduga tidak dibatasi secara ketat. Akibatnya, seluruh berkas pribadi yang diunggah berpotensi besar terlihat oleh pelamar lainnya. Hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap privasi data individu.

"Masalahnya adalah semua pelamar datanya kelihatan di Google Drive. Jadi kalau mau ngelamar bisa buka data pribadi milik pelamar lainnya,” jelas Abil Sudarman melalui unggahan videonya.

Arah Tindak Lanjut dan Implikasi Keamanan Data

Penelusuran internal oleh Komdigi harus berujung pada identifikasi kesalahan sistem dan individu yang bertanggung jawab. Insiden kebocoran data rekrutmen ini menjadi peringatan tegas bagi seluruh kementerian dan lembaga negara.