Ifan Seventeen Balik ke Akar Musik Lewat Resonance, Album yang Disiapkan dalam Tekanan Waktu

Ifan Seventeen
Ifan Seventeen

 Kabar gembira datang untuk para Ifanatic dan Kawan Seventeen. Ifan Seventeen akhirnya merilis album fisik terbarunya bertajuk Resonance. Album ini sekaligus menegaskan konsistensi Ifan dalam menjaga eksistensinya di industri musik Tanah Air.

Peluncuran album Resonance menjadi langkah penting bagi Ifan, yang terus menunjukkan komitmennya untuk berkarya secara serius. Di balik perilisan tersebut, tersimpan proses produksi yang penuh tantangan dan cerita menarik, terutama karena album ini harus rampung dalam waktu yang sangat terbatas. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Ifan mengungkapkan bahwa dirinya harus menyelesaikan seluruh proses produksi album Resonance dalam waktu yang terbilang singkat. Target awal bahkan hanya dua hingga tiga minggu, sebelum akhirnya rampung dalam satu bulan demi memenuhi jadwal distribusi.

"10 lagu semua baru, take vokal baru semua dalam waktu sebulan. Targetnya 2-3 minggu, Alhamdulillah 1 bulan harus sudah selesai. Karena kita mau Januari sudah running di KFC," ucapnya saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Meski berpacu dengan waktu, Ifan tetap mengutamakan kualitas. Ia memastikan setiap lagu dalam album Resonance memiliki aransemen dan karakter yang kuat agar mampu memuaskan para penggemarnya.

Dalam proses penggarapan album ini, Ifan tidak berjalan sendirian. Ia kembali mengajak sejumlah rekan musisi untuk berkolaborasi, termasuk mantan gitaris Seventeen yang kini menetap di Sukabumi. Langkah tersebut ia ambil untuk menghadirkan kembali nuansa dan “rasa” khas Seventeen dalam setiap lagu.

"Kebetulan kan di album ini aku juga ada ciptain kolaborasi sama additional basis-ku. Terus sama mantan gitaris Seventeen yang di Sukabumi juga udah ciptain satu lagu. Jadi kita kumpul-kumpul, oke jadilah satu lagu. Jadi kayak bongkar pasang," jelas Ifan saat menceritakan proses kreatif di balik layar.

Kolaborasi tersebut menghadirkan dinamika tersendiri, sekaligus memperkaya warna musik dalam album Resonance.

Menariknya, ide awal album ini sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Salah satu lagu andalan berjudul Jangan Paksa Rindu ternyata berangkat dari momen sederhana yang tak terduga.

"Tercetus idenya itu di tanggal 22 November 2022, berarti 3 tahun yang lalu. Ada rekamannya, rekamannya itu lagi di toilet," ungkap Ifan sambil tertawa mengenang awal mula lagu tersebut tercipta.

Cerita ini menunjukkan bahwa inspirasi bisa datang kapan saja dan dari situasi sesederhana apa pun, selama kepekaan musikal tetap terjaga.

Album Resonance juga memiliki makna personal yang mendalam bagi Ifan. Setelah tragedi tsunami 2018 yang merenggut nyawa rekan-rekan bandnya, Ifan sempat mencoba berbagai genre musik lain sebagai bentuk eksplorasi dan pencarian jati diri.

Namun, perjalanan tersebut justru membawanya pada satu kesimpulan penting: warna musik Seventeen adalah identitas yang tak terpisahkan dari dirinya.

"Gue berusaha mencari formulasi musik lain. Gue berusaha menjadi orang lain selain dari vokalisnya Seventeen. Gue sempat ngeluarin album yang isinya rock lah, isinya kayak macam-macam deh aneh-aneh deh. Ternyata memang gue ngerasa oke gue harus pulang lagi ke rasanya Seventeen karena ternyata selama ini itu yang menjadi jati diri gue," pungkasnya.

Judul Resonance diambil dari istilah resonansi, yang berarti getaran suara yang merambat melalui udara. Ifan berharap setiap lagu dalam album ini mampu menghadirkan getaran emosi yang bertahan lama di hati para pendengar.

Album Resonance hasil kolaborasi Jagonya Musik & Sport Indonesia (JMSI) ini berisi 10 lagu dengan cerita dan karakter yang beragam, di antaranya 1001 Cara, Kidung Hawa, dan Sakit Hati. Seluruh lagu tersebut kini sudah resmi dirilis dan dapat dinikmati melalui berbagai digital streaming platform, sekaligus tersedia dalam format fisik melalui kerja sama dengan KFC Indonesia.