Heboh Kamera Ponsel Netanyahu Ditutup Selotip Merah, Ada Apa?

Heboh Ponsel PM Israel Benjamin Netanyahu Ditutupi Selotip Merah Tebal
Heboh Ponsel PM Israel Benjamin Netanyahu Ditutupi Selotip Merah Tebal

 Pengguna media sosial X tengah dihebohkan dengan penampakan ponsel milik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam sebuah unggahan akun @MarioNawfal di X, terlihat Netanyahu tengah menerima panggilan telfon saat menuju mobilnya.

Menariknya dalam foto yang diambil di area parkir bawah tanah gedung parlemen Israel, Knesset di Yerusalem, terlihat bagian kamera ponsel dan sensor ponsel Netanyahu itu dibubuhkan selotip berwarna merah tebal.

“Kenapa Netanyahu menutupi kamera ponselnya? Siapa yang dia khawatirkan?” tulis pemiik akun tersebut seperti dikutip dari laman NDTV, Jumat 30 Januari 2026.

Ia juga menyoroti bahwa jika seorang perdana menteri merasa perlu melindungi ponselnya, maka masyarakat biasa seharusnya juga waspada.

“Kalau Perdana Menteri Israel saja merasa perlu melakukan ini, apa artinya bagi orang kebanyakan?” tambahnya.

Kenapa Netanyahu Menutup Kamera Ponselnya?

Menurut media Amerika, Hypefresh, stiker merah di ponsel Netanyahu bukan dipasang tanpa alasan. Itu merupakan segel pengaman khusus atau tamper-evident seal, yang biasa digunakan di area dengan tingkat keamanan tinggi. Stiker tersebut menutupi kamera agar tidak ada pihak yang sengaja maupun tidak sengaja mengambil gambar informasi sensitif.

Ponsel memiliki kamera, mikrofon, dan berbagai sensor lain yang berpotensi dipakai untuk merekam atau membocorkan data rahasia. Di kawasan pemerintahan terbatas, seperti zona rahasia di Knesset, pengambilan foto memang dilarang keras.

Clash Report menyebutkan bahwa pemasangan stiker pada ponsel kemungkinan besar merupakan langkah pengamanan untuk mencegah aktivitas penyadapan atau perekaman di tempat yang menyimpan informasi penting.

Israel sendiri dikenal memiliki aturan ketat terkait penggunaan jenis ponsel tertentu dan beberapa aplikasi, seperti TikTok, karena alasan keamanan nasional.

Negara tersebut juga memiliki sejarah teknologi intelijen yang sangat maju, bahkan warganya sendiri pernah dilaporkan dipantau tanpa izin. Contoh paling terkenal adalah perangkat lunak Pegasus buatan NSO Group yang berbasis di Israel, yang dituding digunakan untuk memata-matai jurnalis, aktivis, lawan politik, hingga para pemimpin dunia di berbagai negara.

Pada 2022, sempat muncul tudingan bahwa kepolisian Israel melakukan pengawasan terhadap warga sipil, aktivis, dan pejabat publik tanpa surat perintah resmi dengan memanfaatkan perangkat penyadap digital.