Hindari Pasang File APK Tidak Resmi, Pengguna Android Diimbau Unduh Pintu Hanya dari Google Play
Platform aset kripto Pintu terus mendorong kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman siber, khususnya risiko mengunduh dan install file Android Package Kit (APK) di luar penyedia resmi Google Play.
Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad mengungkapkan jika pengguna Android yang ingin berinvestasi dan trading aset kripto, maka pastikan mengunduh aplikasi resmi hanya dari Google Play.
"Keamanan akun dan aset pengguna menjadi prioritas utama kami. Maka dari itu, penting bagi kami untuk mengingatkan tentang bahaya yang mengintai dari pemasangan aplikasi Android (APK) tidak resmi yang banyak beredar di internet," katanya, Jumat, 30 Januari 2026.
Modus penipuan siber terus berkembang, data dari Kaspersky sepanjang 2025 menunjukkan ancaman pada pengguna Android pada kuartal ketiga mengalami kenaikan hingga 38 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Peningkatan ancaman ini salah satunya disebabkan oleh praktik pemasangan file APK yang menggunakan sideloading atau aplikasi pihak ketiga dan tidak mengunduh di platform resmi Google Play.
"Modus kejahatan siber berbasis file APK ini punya dampak negatif yang serius seperti, akses ilegal kepada data pribadi karena di dalam APK ini disematkan malware yang telah dirancang beroperasi secara tidak sah untuk mencuri data-data penting pengguna hingga aset dalam aplikasi layanan keuangan yang dimiliki," jelas Iskandar.
Untuk itu, lanjut dia, guna meminimalisir dan menghindari kejahatan siber, masyarakat bisa mengunduh aplikasi Pintu di Google Play.
Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat memulai investasi dengan menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku.
“Langkah pencegahan lainnya yang bisa dilakukan adalah pengguna Android dapat mengaktifkan fitur bawaan Play Protect untuk memindai dan mendeteksi aplikasi berbahaya. Selain itu, selalu perbarui aplikasi Pintu ke versi terbaru untuk meningkatkan perlindungan, dan pastikan mengubah password secara berkala serta mengaktifkan two-factor authentication (2FA) untuk meningkatkan keamanan berlapis,” tutur Iskandar.