for Revenge Guncang Malaysia Lagi Lewat Konser Malam Simfoni Luka
Band rock asal Bandung, for Revenge, kembali menyapa penggemarnya di Malaysia. Untuk kelima kalinya, grup ini tampil di Negeri Jiran melalui konser bertajuk Malam Simfoni Luka yang berlangsung di Zepp Mega Star Arena, Kuala Lumpur, pada 24 Januari 2026.
Konser ini terasa semakin istimewa karena for Revenge secara langsung membawakan lagu-lagu dari album terbaru mereka, Perayaan Patah Hati Babak 2. Sejak awal hingga akhir pertunjukan, antusiasme penonton terlihat begitu kuat, menandai besarnya ikatan emosional antara band dan penggemarnya di Malaysia. Scroll untuk tahu keseruannya, yuk!
for Revenge memanfaatkan momen ini untuk menghadirkan pengalaman musikal yang lebih dalam. Lagu-lagu dari album Perayaan Patah Hati Babak 2 menjadi sorotan utama dan sukses membawa penonton larut dalam suasana haru, reflektif, hingga penuh energi.
Kehadiran ribuan penggemar yang ikut bernyanyi sepanjang konser semakin menegaskan posisi for Revenge sebagai salah satu band rock Indonesia dengan basis penggemar kuat di Malaysia.
Vokalis for Revenge, Boniex, mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali tampil di Malaysia.
“Ketiga kalinya di Zepp Kuala Lumpur,” tulisnya di Instagram pribadi, dikutip Senin 26 Januari 2026.
Sebelumnya, for Revenge tercatat pernah tampil di Kinabalu, Johor Baru, serta tiga kali di Zepp Kuala Lumpur. Catatan ini menegaskan konsistensi band tersebut dalam membangun hubungan jangka panjang dengan penggemarnya di Negeri Jiran.
Basis for Revenge, Izha, juga membagikan kesan mendalam atas sambutan penonton Malaysia yang menurutnya selalu luar biasa dari tahun ke tahun.
“When they say ‘Third time’s a charm’, it does. Malaysia are always as awesome as they are! Terima kasih telah merayakan patah hatimu for 3 years in a row di @zeppkualalumpur,” tulis Izha.
Ungkapan tersebut memperlihatkan bagaimana konser Malam Simfoni Luka bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ruang perayaan emosi bersama antara band dan pendengar.
Tak hanya dari pihak band, kesan mendalam juga datang dari para penggemar. Farah, salah satu fans for Revenge asal Malaysia, mengaku konser kali ini memiliki makna emosional yang sangat kuat baginya.
“Bagi saya, pengalaman kali ini terasa sangat berkesan sekaligus menyedihkan. Tahun ini saya mengalami kehilangan besar karena sahabat saya meninggal dunia. Hal itu membuat penampilan For Revenge kali ini terasa jauh lebih emosional dan berdampak bagi saya,” ujar Farah.
Ia juga menyebut beberapa lagu yang paling menyentuh perasaannya.
“Saya sangat menyukai lagu Sadrah, Serana, dan Satu Per Satu. Lagu-lagu tersebut terasa sangat mewakili perasaan yang sedang saya alami,” lanjutnya.
Farah pun berharap for Revenge terus konsisten menyapa penggemarnya di Malaysia.
“Sebagai penggemar, saya berharap For Revenge bisa terus bertahan dan konsisten untuk kembali datang ke Malaysia di kesempatan berikutnya,” tutupnya.
Penggemar lain, Hanif, turut mengungkapkan kekagumannya terhadap penampilan for Revenge. Ia menilai band ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dari sisi energi dan performa panggung.
“Saya melihat mereka tampil semakin bertenaga dan penuh energi setiap kali naik ke atas panggung. Penampilan kali ini terasa sangat berbeda, dengan energi yang ditampilkan begitu maksimal sepanjang pertunjukan,’ ujarnya.
Hanif juga menyampaikan doa dan harapannya agar for Revenge terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang relevan bagi pendengarnya.
“Harapan saya untuk for Revenge, semoga mereka terus meraih kesuksesan dalam perjalanan karier bermusik dan selalu kembali tampil di Malaysia di masa mendatang,” tutup Hanif.
Dalam konser Malam Simfoni Luka, for Revenge membawakan deretan lagu andalan yang membawa penonton masuk ke dalam perjalanan emosi yang mendalam. Berikut daftar lagu yang mereka tampilkan di Kuala Lumpur: Manifesto – Ribuan Luka, Derana, Jentaka, Bernama Karma, Bandung Hari Ini, Jakarta Hari Ini, Saat Kubenci Dunia dan Seisinya, Ada Selamanya, 1/1, Sadrah (Ars. Sang Derana), Nama-Nama yang Pergi, Pulang, Serana, dan Penyangkalan (Ars. Sang Derana).