Perusahaan Induk Volvo Mulai Produksi Baterai Solid-State

Baterai solid-state, yang secara luas dianggap sebagai “holy grail” dalam dunia penyimpanan energi, semakin mendekati kenyataan dari hari ke hari. Kini, Geely, perusahaan induk Volvo, mempercepat pengembangan sel solid-state miliknya. Paket baterai pertama yang sudah rampung disebut-sebut akan dipasang ke kendaraan uji yang dapat beroperasi tahun ini, seperti dilaporkan media China 21 Finance.

Namun, itu tidak serta-merta berarti Anda bisa datang ke dealer dan memesan EV bermesin baterai solid-state tahun ini. Pasalnya, mobil pertama yang dipasangi teknologi tersebut akan menjadi kendaraan uji (test mule). Selain itu, Geely juga tidak menjual mobil di Amerika Serikat, meski konsumen di Eropa dan Australia bisa membeli produk-produk perusahaan ini.

Baterai Solid-State Geely

Meski begitu, Geely adalah perusahaan besar. Grup ini memiliki Lotus, Zeekr dan Lynk & Co, selain Volvo. Karena itu, bukan hal yang mustahil bila salah satu merek tersebut suatu hari menawarkan baterai solid-state untuk EV mereka. Raksasa otomotif China ini telah mengembangkan teknologi baterai secara in-house sejak 2010-an, dengan berinvestasi pada sejumlah proyek yang berfokus pada sel lithium iron phosphate (LFP) dan sel solid-state.

Sel eksperimental tanpa cairan milik perusahaan ini dikabarkan telah mencapai densitas energi sekitar 400 watt-jam per kilogram (Wh/kg), jauh lebih tinggi dibanding 200–300 Wh/kg yang umumnya ditawarkan baterai lithium-ion dengan elektrolit cair saat ini.

Selain menyimpan energi lebih besar, baterai solid-state juga menjanjikan pengisian yang lebih cepat dan tingkat keselamatan yang lebih baik, dengan risiko thermal runaway yang lebih rendah dibanding baterai konvensional ber-elektrolit cair.

Geely jelas bukan satu-satunya perusahaan yang berinvestasi pada teknologi ini. Puluhan nama, termasuk Dongfeng, SAIC, Chery, Mercedes-Benz, Stellantis, dan BMW, bekerja sama dengan pengembang baterai untuk memecahkan tantangan teknis dan membawa teknologi yang berpotensi mengubah permainan ini ke pasar massal. Donut Labs dari Finlandia mengklaim telah mengembangkan baterai solid-state pertama di dunia yang siap diproduksi, yang akan menjadi sumber daya untuk motor listrik Verge versi pembaruan.

Namun, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait klaim Donut Labs. Fakta bahwa perusahaan itu menolak menjawabnya juga tidak menjadi sinyal yang baik bagi reputasi startup tersebut.

Mayoritas perusahaan yang menggarap teknologi ini menyebut unit produksi pertama baru akan hadir di pasar pada 2027, terutama karena kompleksitas proses manufaktur elektrolit padat. Produk akhirnya biasanya sangat rapuh, sehingga dibutuhkan kehati-hatian ekstra saat anoda, katoda, dan elektrolit “ditumpuk” menjadi satu kesatuan.