Pevita Pearce Nangis di Pom Bensin Gegara Gak Bisa Isi BBM Sendiri

Pevita Pearce
Pevita Pearce

 Pengalaman tak terduga dialami aktris Pevita Pearce saat di Malaysia. Bukan soal pekerjaan atau syuting, melainkan momen sederhana yang justru membuatnya panik hingga menangis. Hal itu diketahui karena Pevita tidak bisa mengisi bensin mobil sendiri di pom bensin.

Curhatan tersebut dibagikan Pevita melalui unggahan media sosialnya dan langsung mencuri perhatian warganet. Banyak yang tak menyangka, pengalaman yang tampak sepele justru bisa menjadi momen menegangkan bagi seseorang, terutama ketika berada di negara dengan sistem yang berbeda. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Pevita Pearce.

Dalam ceritanya, Pevita mengungkapkan kejadian itu terjadi sekitar dua bulan lalu. Saat itu ia sedang menyetir sendiri sepulang olahraga dan menyadari bensin mobilnya sudah mau habis. 

“Ini kurang lebih 2 bulan yang lalu di Malaysia aku lagi nyetir, lagi mau pulang olahraga, terus aku lihat mobil itu bensinnya udah merah, udah mau habis banget,” cerita Pevita yang dikutip pada Senin, 26 Januari 2026. 

Karena merasa tak punya pilihan, Pevita akhirnya memutuskan untuk masuk ke pom bensin terdekat. Namun, kepanikan mulai muncul ketika ia menyadari bahwa sistem pengisian BBM di Malaysia berbeda dengan Indonesia.

“Aku enggak pernah sadar atau mungkin enggak ngeh aja pada saat itu kalau di Malaysia tuh self service. Jadi kita isi bensin sendiri bukan kayak di Indonesia ada mas-mas yang bantuin,” lanjut ceritanya. 

Kebingungan semakin menjadi karena Pevita mengaku benar-benar tidak tahu prosedur mengisi bensin sendiri. Mulai dari memilih jenis bensin, membuka tangki, hingga cara menghentikan pengisian, semuanya terasa asing baginya.

“Aku kayak ini gimana caranya? Aku telepon Mirzan (suaminya). Aku kayak aku nnggak tahu cara isi bensin. Aku nggak tahu ngambil bensinnya yang mana juga nggak tahu,” katanya. 

Situasi tersebut membuat Pevita semakin panik, terlebih karena di pom bensin tersebut tidak ada petugas yang bisa dimintai bantuan.

“Di shell-nya enggak ada mas-masnya. Jadi aku kayak yang mana? Aku juga even ngebuka tempat bensinnya itu aku nggak tahu,” katanya lagi. 

Rasa takut akhirnya memuncak hingga membuat Pevita menangis. Ia mengaku khawatir akan risiko berbahaya saat mengisi bensin, apalagi ia tetap menelepon sambil menangis ketika proses pengisian berlangsung.

“Aku nangis karena aku takut, aku takut mobilnya meledak pas lagi diisi. Karena aku isi sambil nelepon Mirzan nangis,” ucapnya menirukan ketakutannya pada saat itu. 

Ketakutan tersebut bahkan membuatnya terus mempertanyakan apakah langkah yang ia lakukan sudah benar atau justru berbahaya.

“Aku gimana aku benar nggak kapan aku berhentinya karena aku takut aku mencet terus dia tumpah terus karena telepon radiasi terus meledak,” ungkap ketakutannya.