Ketika Imlek bertemu Fesyen, Sarat Makna dan Penuh Filosofi
Imlek berasal dari bahasa Mandarin dialek Hokkian. Penyebutan istilah ini digunakan oleh masyarakat perantau etnis China di Nusantara, khususnya pada masa lampau.
Di luar negeri, Tahun Baru China disebut 'Chinese New Year' atau 'Lunar New Year' atau 'Spring Festival'. Sedangkan di China disebut 'Chunjie'.
Mengutip dari Portal Informasi Indonesia (Indonesia.go.id), kata Imlek terdiri dari dua suku kata, yaitu Im yang artinya 'bulan' dan Lek yang artinya 'kalender' atau 'penanggalan'.
Dengan begitu, kata 'Imlek' diartikan sebagai 'kalender bulan'. Dalam dialek Hokkien, kata 'Imlek' disebut juga dengan 'Yinli' yang artinya 'kalender bulan'.
Sementara dalam bahasa Mandarin, kalender bulan disebut 'Nongli' dan tahun baru disebut 'Chunjie' yang artinya 'Festival Musim Semi'.
Penggunaan istilah 'Chunjie' yang artinya festival musim semi ini dianggap kurang pas dengan kondisi di Indonesia, sehingga istilah 'Imlek' dianggap lebih umum dan mudah diterima, juga sudah menjadi bagian dari interaksi sehari-hari sejak lama.
Ilustrasi teknologi alas kaki.
Tahun ini, Imlek dirayakan pada 17 Februari. Hanya beberapa hari menyambut Bulan Suci Ramadhan.
Dalam merayakan momen penuh makna beserta simbolismenya yang kaya, Birkenstock mempersembahkan Lunar New Year Special Edition — koleksi eksklusif yang menghadirkan interpretasi baru dari tiga siluet paling ikonik.
Ketiganya yitu Boston, Arizona, dan Florida. Di balik tampilan klasiknya, Birkenstock memanfaatkan berbagai teknologi canggih untuk menciptakan produk yang ergonomis, tahan lama, dan berkelanjutan.
Teknologi paling menonjol dari Birkenstock adalah "footbed" anatomi yang telah menjadi ciri khas merek ini.
Bukan hanya desain, melainkan hasil riset mendalam terhadap bentuk dan fungsi kaki manusia. Footbed Ergonomis dirancang untuk meniru jejak alami kaki di pasir, menciptakan pengalaman berjalan yang lebih sehat dan alami.
Dalam proses desain, Birkenstock menggabungkan craftsmanship manual dengan teknologi digital seperti CAD (Computer-Aided Design) dan pemindaian 3D. Hal ini memungkinkan tim desain dan R&D untuk:
- Melakukan simulasi kenyamanan dan tekanan pada telapak kaki.
- Menciptakan prototipe digital dengan presisi tinggi sebelum masuk ke tahap produksi.
- Menyesuaikan ukuran dan bentuk footbed untuk berbagai kebutuhan pasar global.
Lunar New Year Special Edition.
Florida fine strap sandal misalnya, membuka rangkaian koleksi ini melalui tampilan full exquisite yang memadukan estetika elegan dan kenyamanan.
Footbed cork-latex original yang dipadukan dengan material kulit high-shine serta tiga D-buckle berwarna emas, menciptakan siluet yang refined.
Warna zinfandel red dipilih sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran, sejalan dengan filosofi budaya China yang memaknai warna merah sebagai pembawa energi positif.
Inspirasi utama edisi spesial Boston berasal dari shio Kuda Api - simbol Tahun Baru Imlek 2026. Makna filosofi shio ini tercermin melalui simbol kecepatan, kekuatan, dan ketangguhan, yang merepresentasikan semangat kebebasan serta karakter mandiri.
Siluet closed-toe ikonis ini hadir dalam balutan suede leather. Aksen hair-on-hide strap bertekstur dalam warna hitam kontras memberi interpretasi baru pada Boston berwarna Taupe.
Motif awan turut dihadirkan sebagai elemen simbolis yang merepresentasikan transformasi, harmoni, kesuksesan, dan keberuntungan. Interpretasi ini diwujudkan pada desain Boston dan Arizona melalui sentuhan artisan yang berkelas.
Kedua model menggunakan half-exquisite footbed yang dilapisi kulit premium, dipadukan dengan upper berbahan kulit semi-matte berwarna hitam atau vanilla.
D-buckle berkilau dilengkapi aksen gold foil yang diaplikasikan secara selektif, menghadirkan detail visual yang lembut, namun berkarakter. Koleksi Lunar New Year Special Edition telah tersedia dan bisa ditemui toko resmi Birkenstock Indonesia.