Dibantah CIA, Rusia Tunjukkan Bukti Drone Ukraina Targetkan Kediaman Putin

Rusia menunjukkan bukti drone Ukraina di dekat kediaman Presiden Putin
Rusia menunjukkan bukti drone Ukraina di dekat kediaman Presiden Putin

 Badan Intelijen Sipil Amerika Serikat (AS), CIA, ikut menyelidiki dugaan serangan drone Ukraina jarak jauh yang menargetkan salah satu kediaman resmi Presiden Rusia Vladimir Putin di wilayah Novgorod utara Rusia pada 29 Desember 2025 lalu. 

Sebelumnya, Rusia menuduh Ukraina mencoba menyerang kediaman Presiden Putin di wilayah Novgorod utara Rusia pada hari Senin, 29 Desember 2025, dengan 91 drone serang jarak jauh. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Putin telah memberitahunya tentang hal itu melalui telepon. 

Pada saat itu, Presiden Trump mengatakan dia merasa terganggu atas serangan yang dilaporkan tersebut, tampaknya mempercayai apa yang disampaikan pemimpin Rusia itu, meskipun Ukraina dengan keras membantah berada di balik serangan semacam dan menyebutnya sebagai kebohongan.

VIVA Militer: Vladimir Putin dan Donald Trump

"Saya tidak menyukainya. Ini tidak baik," kata Trump dilansir TRT World, yang menggambarkan dirinya sebagai "sangat marah" setelah mendengar klaim tersebut. 

Namun, Direktur CIA John Ratcliffe telah memberi arahan kepada Trump terhadap penilaian atas kejadian tersebut pada hari Rabu, 30 Desember 2025, kata para pejabat.

Sumber mengatakan Ratcliffe kemudian memberi tahu Trump bahwa CIA telah menilai tidak ada upaya serangan terhadap kediaman Putin -- yang tampaknya dipercaya Trump.

Trump kemudian mengadopsi sikap yang lebih skeptis terhadap unggahan tersebut, dengan mengunggah tautan ke editorial New York Post di Truth Social yang menyebut klaim Rusia sebagai "gertakan" dan menuduh Putin-Rusia adalah pihak yang menghalangi perdamaian. 

Rusia Buktikkan Drone Ukraina ke AS

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mengakses sistem navigasi salah satu drone yang diduga digunakan dalam serangan tersebut dan menyatakan data menunjukkan kediaman Putin sebagai target. 

Rusia juga merilis video drone jatuh yang diklaim terkait dengan insiden tersebut, namun rekaman itu tidak menyertakan lokasi maupun waktu dan tidak dapat diverifikasi secara independen.

Seorang perwira militer senior Rusia mengklaim telah menyerahkan kepada atase militer AS di Moskow sebagian dari drone Ukraina yang berisi data yang menurutnya membuktikan bahwa militer Ukraina pekan ini telah menargetkan kediaman presiden Rusia.

Rusia menunjukkan bukti drone Ukraina di dekat kediaman Presiden Putin

Rusia menunjukkan bukti drone Ukraina di dekat kediaman Presiden Putin

Sebuah video yang diunggah di saluran Telegram Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan Laksamana Igor Kostyukov, kepala Direktorat Utama Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, menyerahkan kepada atase AS terkait mekanisme kendali drone yang ditemukan di antara puing-puing yang jatuh.

"Dekripsi isi memori pengendali navigasi drone yang dilakukan oleh spesialis dinas khusus Rusia tanpa diragukan lagi menegaskan bahwa target serangan adalah kompleks bangunan kediaman presiden Rusia di wilayah Novgorod," kata Kostyukov.

"Kami berasumsi bahwa langkah ini akan menghilangkan semua pertanyaan dan memungkinkan kebenaran untuk ditegakkan."

Ia menunjukkan sebuah perangkat kepada perwakilan militer AS, menambahkan bahwa beberapa drone yang ditembak jatuh selama serangan tersebut memiliki sistem navigasi yang masih utuh.

"Pada beberapa drone ini, sistem navigasinya masih utuh dan berfungsi secara teknis," katanya.

Kostykov kemudian menyerahkan perangkat tersebut kepada perwakilan AS, sambil berkata, "Kami ingin menyerahkan pengendali ini dan deskripsi pengendali ini yang dibuat oleh spesialis kami kepada Anda. Kami percaya bahwa langkah ini akan membantu menghilangkan semua pertanyaan dan berkontribusi pada penegakan kebenaran,"

Moskow mengatakan Rusia akan meninjau posisi negosiasinya dalam pembicaraan yang sedang berlangsung dengan AS tentang mengakhiri perang Ukraina.

Ukraina dan negara-negara Barat telah membantah keterangan Rusia tentang serangan tersebut.

  

Kyiv menyebut tuduhan serangan terhadap kediaman Putin sebagai "upaya pengalihan isu" untuk mengganggu proses negosiasi perdamaian yang belakangan menunjukkan perkembangan.