Top 18+ Desember 2025 Hari Apa? Berikut Daftar Peringatan Internasionalnya
Tanggal 18 Desember 2025 diperingati sebagai Hari Bahasa Arab Sedunia dan Hari Migran Internasional.
Sementara itu, tidak ada hari peringatan nasional khusus untuk Indonesia setiap tanggal 18 Desember.
Berikut penjelasan singkat mengenai hari peringatan yang diperingati setiap tanggal 18 Desember:
Hari Bahasa Arab Sedunia
Sejak tahun 2014, tanggal 18 Desember 2014 diperingati sebagai Hari Bahasa Arab Sedunia.
Peringatan ini untuk mengenang momen ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi bahasa Arab sebagai bahasa resmi keenam di organisasi tersebut pada 18 Desember 1973.
Bahasa Arab memainkan peran utama dalam mempromosikan kohesi sosial, produksi pengetahuan, dan menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan saling pengertian.
Kontribusinya bagi umat manusia tidak dapat direduksi hanya pada satu bangsa, karena merupakan warisan peradaban bagi seluruh dunia.
Dalam mendukung dan mempromosikan multibahasa dan multikulturalisme di PBB, Departemen Komunikasi Global PBB mengadopsi keputusan untuk merayakan keenam bahasa resmi PBB.
Oleh karena itu, diputuskan untuk merayakan Hari Bahasa Arab Sedunia setiap tanggal 18 Desember.
Pada perayaan Hari Bahasa Arab Sedunia 2025, PBB menyoroti pentingnya inovasi dan inklusivitas dalam membentuk masa depan yang lebih dinamis bagi bahasa Arab.
Adapun tema yang diangkat adalah “Jalur Inovatif untuk Bahasa Arab: Kebijakan dan Praktik untuk Masa Depan Linguistik yang Lebih Inklusif.”
Hari Migran Internasional
Majelis Umum PBB juga menetapkan tanggal 18 Desember sebagai Hari Migran Internasional melalui Resolusi A/RES/55/93.
Penetapan tersebut dilakukan pada tanggal 4 Desember 2000 dengan mempertimbangkan jumlah migran yang besar dan terus meningkat di seluruh dunia.
Tanggal tersebut dipilih dari momen Majelis Umum mengadopsi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Semua Pekerja Migran dan Anggota Keluarga Mereka pada 18 Desember 1990.
Hari Migran Internasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang tantangan dan kesulitan migrasi internasional.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa hak asasi manusia tidak 'diperoleh' karena menjadi pahlawan atau korban, melainkan hak setiap orang, tanpa memandang asal, usia, jenis kelamin, dan status.
Pada September 2016, Majelis Umum PBB menyelenggarakan pertemuan puncak tingkat tinggi (KTT) untuk membahas pergerakan besar pengungsi dan migran.
Tujuannya adalah untuk menyatukan negara-negara di balik pendekatan yang lebih manusiawi dan terkoordinasi.
Ini kali pertama Majelis Umum menyerukan diadakannya pertemuan puncak di tingkat Kepala Negara dan Pemerintahan mengenai pergerakan besar pengungsi dan migran.
KTT ini merupakan momen penting untuk memperkuat tata kelola migrasi internasional dan kesempatan unik untuk menciptakan sistem yang lebih bertanggung jawab.
Sumber:
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang