Inter Milan Puncaki Serie A dengan Poin Terendah dalam 10 Musim

AC Milan, Napoli, Inter, Genoa, Serie A, Inter Milan Puncaki Serie A dengan Poin Terendah dalam 10 Musim

Inter Milan kembali merebut posisi teratas klasemen Serie A, menjadikan musim 2025-2026 sebagai salah satu yang paling kompetitif di Liga Italia.

Lautaro Martinez dkk naik ke puncak klasemen berkat rangkaian hasil pada pekan ke-15, yang berlangsung pada Minggu (14/12/2025).

Kejadian yang mengawali perubahan ini adalah kegagalan AC Milan untuk menang saat melawan Sassuolo di San Siro. Duel Milan vs Sassuolo berakhir imbang 2-2.

Milan, yang sebelumnya berada di puncak klasemen pada pekan ke-14, hanya mampu menambah satu poin dari hasil tersebut.

Setelah itu, Napoli seharusnya bisa mengambil alih posisi teratas jika mampu memenangkan pertandingan di kandang Udinese. Namun, mereka justru kalah 0-1.

Kekalahan Napoli memberikan kesempatan bagi Inter untuk naik ke posisi teratas setelah mengalahkan Genoa 2-1 di Marassi.

Dengan kemenangan ini, Inter kini mengumpulkan 33 poin, unggul tipis satu poin atas AC Milan dan dua poin atas Napoli.

Ini adalah kali ketiga bagi Inter untuk menjadi capolista alias pemuncak klasemen, setelah sebelumnya berada di posisi tersebut pada pekan 1 dan pekan 11.

Hingga pekan ke-15, sudah ada lima tim yang bergantian menguasai posisi puncak, di antaranya Napoli, AC Milan, AS Roma, dan Juventus.

Namun, jumlah poin yang diraih Inter saat ini merupakan rekor capolista terburuk dalam sepuluh musim terakhir.

Inter meraih 33 poin dari 11 kemenangan dan 4 kekalahan, tanpa sekali pun bermain imbang.

Untuk perbandingan, Atalanta pada musim lalu berada di puncak klasemen pekan ke-15 dengan 34 poin.

Di sisi lain, Juventus mencatatkan rekor poin tertinggi di pekan ke-15 dalam sepuluh musim terakhir dengan 43 poin pada musim 2018-2019.

Perlu mundur sampai musim 2015-2016 untuk melihat tim penghuni peringkat pertama pada pekan ke-15 Serie A dengan koleksi poin terendah, yang juga diraih Inter dengan 33 angka.

AC Milan, Napoli, Inter, Genoa, Serie A, Inter Milan Puncaki Serie A dengan Poin Terendah dalam 10 Musim

Lautaro Martinez kala beraksi dalam laga pekan ke-15 Liga Italia 2025-2026 Genoa vs Inter Milan di Stadion Luigi Ferraris, 14 Desember 2025.

Persaingan Scudetto Ketat

Saat ini, persaingan menuju scudetto tampak sangat ketat, karena belum ada tim yang menunjukkan dominasi yang jelas.

Setiap tim memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, yang membuat posisi mereka di klasemen tidak stabil.

Inter masih kesulitan menghadapi tim besar, sementara Milan sering terhambat oleh tim yang lebih lemah.

Napoli juga mengalami masalah dengan konsistensi performa, sedangkan Roma berisiko menjauh dari posisi teratas.

Melihat kekuatan masing-masing tim, AC Milan seharusnya menjadi kandidat terkuat untuk meraih scudetto.

Milan tidak terlibat dalam kompetisi Eropa dan telah tersingkir dari Coppa Italia, sehingga mereka dapat fokus sepenuhnya untuk meraih gelar.

"Belum ada tim dengan konsistensi," kata legenda Italia, Fabio Cannavaro, saat berbicara tentang persaingan di jalur scudetto, mengutip dari FC InterNews.

"Hal ini normal karena masih ada agenda Liga Champions dan itu sangat menyita energi Anda."

"Milan tentu saja memiliki keuntungan dalam hal ini. Napoli berada di bawah Inter dalam hal kualitas timnya, tapi mereka juga memiliki masalah cedera terlalu banyak," tambahnya.

"Komitmen ganda (di kancah lokal dan Eropa) membuat mereka kesulitan, terutama saat kekuatan skuad tidak maksimal," ujar mantan pemain Napoli, Parma, Inter, dan Juventus tersebut.

Persaingan Juara Liga Italia Seimbang

Selain itu, legenda sepak bola lainnya, Ciro Ferrara, juga menyatakan bahwa persaingan musim ini sangat seimbang.

"Firasat saya awal musim adalah Napoli akan mengamankan scudetto, tapi Inter Milan masih superior dalam hal kualitas skuad," tuturnya.

"Persaingan masih berjarak satu atau dua poin dengan keseimbangan seperti beberapa musim ke belakang," tambahnya.

"Inter memiliki 33 poin, persentase terendah mereka dalam sepuluh tahun terakhir," pungkas Ferrara.

"Hal ini terjadi karena beberapa tim bersaing untuk posisi teratas. Kompetisi seimbang dan Inter layak memimpin," tutupnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang