Teknologi Ini bikin Komponen Tahan Korosi Lebih dari 2 Dekade

Ilustrasi cuaca panas/ekstrem.
Ilustrasi cuaca panas/ekstrem.

Korosi pada sistem tata udara atau AC di iklim tropis seperti Indonesia sangat umum karena kelembapan tinggi, garam (dekat laut) dan polutan udara, yang merusak komponen logam seperti sirip evaporator dan pipa.

Hal tersebut menyebabkan AC menjadi kurang dingin, boros listrik, bocor refrigeran, hingga kompresor rusak. Solusinya adalah AC dengan lapisan anti-korosi, pembersihan rutin, dan pemasangan di tempat teduh untuk perlindungan maksimal.

Pemanfaatan sistem tata udara untuk bangunan komersial menuntut perangkat yang mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang beragam, termasuk iklim tropis yang cenderung mempercepat proses korosi.

Pengujian independen dari lembaga terakreditasi menjadi penting untuk memastikan klaim teknis dapat dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, Fakultas Teknik Universitas Indonesia melalui Center for Materials Processing and Failure Analysis (CMPFA) melakukan pengujian terhadap dua komponen utama dari sistem tata udara terbaru untuk solusi bangunan komersial, VRV 6 X dan VRV 6 A, guna melihat sejauh mana tingkat ketahanannya terhadap korosi.

Dua VRV generasi terbaru itu, yakni PFC dan Cross Fin. Pengujian yang dilakukan selama 3 bulan ini menunjukkan bahwa kedua komponen tersebut memiliki ketahanan terhadap korosi hingga 2.000 jam dalam metode neutral salt spray (NSS).

Berdasarkan perhitungan terhadap kondisi penggunaan nyata, daya tahan tersebut setara dengan estimasi hingga 25 tahun.

Kepala CMPFA, Reza Miftahul Ulum menyampaikan, langkah pengujian seperti ini penting untuk menciptakan komunikasi yang lebih akurat kepada publik.

"Dalam kondisi pemasaran yang masif, verifikasi dari lembaga terakreditasi menjadi bagian penting dari informasi yang bertanggung jawab bagi masyarakat,” ujarnya.

Hasil pengamatan menunjukkan, kedua komponen yang diuji mampu bertahan terhadap penyemprotan garam terus menerus sepanjang 2.000 jam. Ini kemudian menjadi dasar estimasi ketahanan hingga 25 tahun dalam kondisi penggunaan sebenarnya.

Sistem tata udara yang lulus uji tersebut milik PT Daikin Airconditioning Indonesia. Keterlibatan lembaga eksternal dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Dengan begitu, keunggulan produk bukan hanya klaim sepihak, tetapi telah melalui verifikasi dari lembaga yang berkompeten.

"Pengujian independen ini dilakukan sebagai bentuk pembuktian teknis terhadap spesifikasi produk, khususnya di iklim tropis seperti Indonesia ," kata Fawzie M Taib, senior general manager PT Daikin Airconditioning Indonesia.