Detik-detik ASN Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Hingga Tewas di Cisauk, Diduga karena Depresi
Suasana di sekitar Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang, mendadak tegang. Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial AS ditemukan tewas setelah menabrakkan diri ke kereta yang sedang melintas.
Kejadiannya Sabtu pagi, 6 Desember 2025. Aksi nekat itu sempat disaksikan warga yang berada tak jauh dari perlintasan.
Kapolsek Cisauk, Ajun Komisaris Polisi Dhady Arsya, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban terlihat duduk santai di sebuah warung dekat lokasi sambil meminum kopi. Namun gelagatnya mulai mencurigakan ketika ia berjalan mondar-mandir di dekat rel.
"Selanjutnya, korban terlihat duduk di besi pembatas rel. Pada saat sebuah kereta akan melintas, saksi 1 dan saksi 2 bersama rekan-rekannya berupaya meneriaki korban agar tidak menyeberang karena kereta yang akan melintas sudah terlihat jelas," kata Dhady kepada wartawan, Senin 8 Desember 2025.
Meski sudah diperingatkan keras oleh warga, korban justru menunjukkan respons tak terduga.
"Korban tidak mengindahkan peringatan tersebut, justru memalingkan muka sambil tersenyum, lalu langsung menyeberangi rel dan menabrakkan diri ke kereta yang melintas dari arah Rangkasbitung menuju Jakarta Tanah Abang," ucap Dhady.
Petugas Stasiun Cisauk segera mengecek lokasi setelah mendapat laporan dari saksi mata. Mereka memastikan kondisi korban sebelum kepolisian setempat dipanggil ke tempat kejadian.
"Mengecek lokasi dan memastikan bahwa benar telah terjadi peristiwa seseorang tertabrak kereta. Kemudian, Saksi 3 menghubungi Polsek Cisauk," kata Dhady.
Dari hasil olah tempat kejadian dan keterangan saksi, polisi menduga tindakan ekstrem yang dilakukan korban dilatarbelakangi kondisi psikologis yang tidak stabil.
"Korban diduga menabrakan diri ke kereta dan terdapat luka di bagian punggung akibat tertabrak kereta. Korban diduga mengalami depresi," tuturnya.
Bunuh diri bukanlah solusi. Jika anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis dan memiliki pikiran untuk bunuh diri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan bantuan darurat terdekat.