3 Klub yang Diremehkan Tapi Berhasil Jadi Juara Liga Champions, Nomor 1 Bungkam Inter Milan

Pemain Red Star Belgrade melakukan selebrasi bersama trofi Piala Champions 1991
Pemain Red Star Belgrade melakukan selebrasi bersama trofi Piala Champions 1991

 Dominasi klub raksasa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munich membuat gelar Liga Champions terasa semakin eksklusif bagi tim-tim dari liga besar Eropa. Namun sebelum era modern yang sarat investasi, kompetisi ini pernah menghadirkan cerita berbeda. 

Pada masa ketika sepak bola belum dikuasai kekuatan finansial, setidaknya ada tiga klub underdog atau yang tak diunggulkan, mampu mematahkan prediksi dan menjuarai Liga Champions. Inilah kisah mereka.

1. Glasgow Celtic

Jauh sebelum nama-nama besar dari Inggris mendominasi, Celtic lebih dulu menorehkan sejarah. Celtic merupakan klub Britania Raya pertama yang mencicipi gelar tertinggi Eropa.

Peristiwa itu terjadi pada final European Cup 1966–1967 di Lisbon. Celtic yang saat itu tidak diunggulkan harus berhadapan dengan Inter Milan, sang La Grande Inter yang dikenal hampir tak tersentuh. Namun melalui strategi jitu dan permainan kolektif, Celtic sukses membalikkan keadaan dan menang 2-1.

Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi sepak bola Britania. Bukan hanya soal trofi, tetapi juga bukti bahwa kerja keras mampu menaklukkan dominasi kekuatan besar.

2. Steaua Bucharest (FCSB)

Steaua Bucharest saat menjuarai Liga Champions 1985-1986

Musim 1985–1986 menghadirkan kisah tak kalah dramatis. Pada musim 1985–1986, terjadi kisah dongeng sepak bola yang tak terduga. Sebuah klub dari balik Tirai Besi, Steaua Bucharest (kini FCSB) dari Rumania, berhasil menciptakan invasi historis di Liga Champions.

Steaua menembus final dan menantang Barcelona di Stadion Ramón Sánchez Pizjuán, Sevilla. Pertandingan berakhir 0-0 selama 120 menit dan harus dilanjutkan melalui adu penalti. Di hadapan publik Spanyol, Steaua tampil luar biasa dan meraih kemenangan yang melampaui sekadar meraih gelar Eropa.

Lebih dari itu, keberhasilan ini menjadi simbol penting bagi sepak bola Eropa Timur. Steaua menjadi klub pertama dari wilayah tersebut yang menjuarai kompetisi paling elite di benua biru.

3. Red Star Belgrade

Tahun 1991 menjadi penutup era kejutan liga Eropa sebelum konflik Balkan mengubah peta sepak bola kawasan tersebut. Red Star Belgrade (Crvena Zvezda) dari Yugoslavia berhasil melaju ke final Liga Champions, menantang klub tangguh Prancis, Olympique Marseille.

Final di Stadion San Nicola, Bari, menghasilkan pertandingan ketat yang berakhir tanpa gol hingga perpanjangan waktu. Red Star akhirnya menang lewat adu penalti dan mengangkat trofi Liga Champions pertama, seklaigus satu-satunya, untuk klub dari wilayah Balkan.

Kemenangan monumental itu terjadi pada masa menjelang bubarnya Yugoslavia, membuat gelar tersebut menjadi simbol kejayaan besar yang tak pernah terulang hingga kini.