Cara Mona Ratuliu Ajarkan Anak Atur Keuangan
Perkembangan teknologi membuat anak-anak dan remaja kini akrab dengan transaksi digital sejak usia yang semakin muda. Fenomena ini disoroti aktris sekaligus ibu empat anak, Mona Ratuliu, yang menilai bahwa literasi keuangan sudah seharusnya menjadi bagian dari proses tumbuh kembang generasi digital.
Mona hadir dalam peluncuran fitur keuangan baru yang dirancang khusus untuk remaja. Bukan sekadar sebuah inovasi finansial, baginya fitur ini hadir sebagai pengingat bahwa orang tua perlu terlibat langsung dalam membimbing anak memahami konsep uang, nilai, dan tanggung jawab. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
“Anak-anak kini tumbuh di era digital yang cepat, termasuk keuangan. Namun, pemahaman mereka akan keuangan maupun digital belum tentu berkembang seiringan,” ujar Mona saat Konferensi Pers Peluncuran DANA Premium Mini, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menegaskan pentingnya edukasi yang tidak hanya mengajarkan cara menggunakan uang, tapi juga bagaimana menilai kebutuhan dan membatasi keinginan.
“Sebagai orang tua yang ingin mencerdaskan anaknya dalam mengelola keuangan sejak dini, saya sangat mengapresiasi kehadiran DANA Premium Mini. Saya percaya DANA Premium Mini bisa menjadi mitra orang tua dalam mendidik anak remaja mereka agar lebih bijak dalam bertransaksi digital, memahami nilai uang lebih dari sekadar jumlahnya, agar kelak semakin mandiri akan finansialnya sendiri,” tambahnya.
Remaja dan Tantangan Literasi Keuangan
Kondisi literasi finansial remaja memang masih menjadi catatan penting. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, kelompok usia 15–17 tahun memiliki tingkat inklusi keuangan lebih rendah daripada angka nasional. Banyak dari mereka belum memiliki akses ke produk keuangan formal karena belum memiliki KTP elektronik, sehingga belajar mengelola uang secara aman menjadi tantangan tersendiri.
Tren ini juga terlihat dari semakin banyaknya remaja yang mulai melakukan transaksi digital, sementara orang tua menginginkan cara yang aman untuk mengawasi aktivitas keuangan anak. Di sinilah fitur keuangan ramah remaja mulai mengambil peran.
Fitur Baru untuk Remaja: Akses Aman di Bawah Pengawasan Orang Tua
Fitur yang diluncurkan tersebut memungkinkan remaja usia 13 hingga di bawah 17 tahun untuk memiliki akun keuangan digital dengan batasan dan keamanan khusus. Aktivasi dilakukan melalui proses e-KYC menggunakan Kartu Identitas Anak (KIA) serta persetujuan digital orang tua yang dapat memantau seluruh aktivitas transaksi anak.
CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menyebut bahwa inovasi ini hadir sebagai upaya memperluas inklusi keuangan yang aman dan edukatif.
“DANA berkomitmen menjadi jembatan inklusi keuangan. Melalui DANA Premium Mini (Premini), remaja dapat belajar mengelola keuangan digital secara aman,” kata Vince.
Fitur ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dukcapil dan Kementerian Dalam Negeri RI, memungkinkan verifikasi anak dan orang tua melalui data kependudukan resmi sesuai regulasi terbaru.
Dr. Handayani Ningrum dari Ditjen Dukcapil menambahkan bahwa inovasi ini membuka peluang bagi jutaan anak Indonesia untuk mengenal layanan keuangan digital lebih awal.
“Melalui DANA Premium Mini, verifikasi dapat dilakukan dengan pencocokan akun anak dengan orang tua. ni merupakan langkah sederhana, namun kami percaya dapat menjadi lompatan besar dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.
Pendampingan Orang Tua Tetap Jadi Kunci
Meski fitur ini memberi ruang bagi remaja untuk belajar transaksi digital, Mona Ratuliu tetap menekankan bahwa teknologi—sebagus apa pun—tidak pernah menggantikan peran orang tua dalam memberi panduan.
Bagi Mona, proses belajar finansial tidak hanya tentang uang itu sendiri, tetapi membangun karakter: tanggung jawab, pertimbangan, dan pengendalian diri.