Derby Buruk Belum Matikan Semangat, Inter Milan Siap Bangkit di Markas Atletico Madrid
Kekalahan 0–1 dari AC Milan di laga Derby della Madonnina akhir pekan lalu menyisakan kekecewaan mendalam bagi Inter Milan. Meski menguasai bola hingga 64% serta melepaskan 20 tembakan dengan enam tembakan tepat sasaran—termasuk penalti—hasil manis tak kunjung datang.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, pun tak menimpakan kesalahan ke sosok tertentu. Menurutnya, semua—di atas lapangan maupun di bangku cadangan—bertanggung jawab atas hasil buruk itu.
Namun, waktu bersedih tak bisa lama. Di depan mata sudah menanti laga penting melawan Atletico Madrid di lanjutan Liga Champions 2025/26. Chivu meminta skuadnya untuk segera bangkit, belajar dari kesalahan, dan menatap pertandingan berikutnya dengan kesiapan fisik maupun mental.
Kiper AC Milan, Mike Maignan saat melawan Inter Milan
“Kami selalu bisa bangkit, dan saya berharap itu terjadi lagi setelah derby,” ungkap Chivu dilansir Football Italia. Dia pun memperingatkan bahwa Inter akan menghadapi uji serupa — lawan dengan gaya gameplay yang mengandalkan serangan balik dan kualitas di lini ofensif, sesuatu yang juga diperagakan AC Milan saat derby.
Menurut pelatih asal Rumania itu, kunci menghadapi Atlético bukan hanya soal keberanian, tapi juga disiplin dalam marking, kecepatan mengalirkan bola, dan penyelesaian akhir yang klinis. Dia menekankan bahwa skuad harus menguasai gaya permainan mereka sendiri — menyerang tetapi tetap waspada terhadap serangan balik.
Saya mengharapkan pendekatan yang serupa dengan yang kita lihat hari Minggu, mereka akan memiliki organisasi, serangan balik, dan kualitas," tegas Chivu.
"Kita harus positif, menerapkan gaya kita dalam permainan, melakukan penjagaan pencegahan yang tepat, dan menggiring bola lebih cepat daripada yang kita lihat hari Minggu. Kita harus lebih klinis,” lanjut pelatih asal Rumania ini.
Maka dari itu, laga kontra Atlético menjadi momen penting bagi Inter: bukan sekadar untuk menebus kegagalan di derby, tetapi juga menjaga tren positif mereka di Liga Champions. Sebab sejauh ini, Nerazzurri baru menjalani empat laga di Grup, dan mereka belum kebobolan banyak — sebuah modal mental dan skor yang bisa jadi penyemangat.
Bagi Inter Milan, kekalahan di derby bukanlah akhir dari segalanya. Namun momentum — bagaimana mereka merespon — akan menentukan apakah mereka sanggup kembali ke jalur kemenangan, maupun mempertahankan asa juara di Eropa.