Indra Sjafri Bicara Keterbatasan Data soal Thailand dan Vietnam
Timnas Indonesia terus mematangkan persiapan menuju SEA Games 2026, tetapi pelatih Indra Sjafri mengakui masih memiliki keterbatasan informasi terkait dua rival utama di kawasan, yakni Thailand dan Vietnam.
Situasi ini membuat tim pelatih harus bekerja lebih cermat dalam menganalisis kekuatan lawan.
Indra Sjafri menjelaskan bahwa tim analis Timnas Indonesia telah mengumpulkan banyak rekaman pertandingan.
Kendati demikian, regulasi baru terkait pendaftaran pemain membuat prediksi semakin sulit.
“Tim performa analis kita terdiri dari video analis dan analis pertandingan, hampir semua (lawan) yang di grup, kita sudah tahu," kata Indra dikutip dari Antara.
"Cuman karena ada regulasi berbeda dari yang dulu. Sekarang pemain bisa didaftarkan sampai technical meeting."
Ia menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah Thailand dan Vietnam akan menurunkan skuad yang sama seperti saat tampil di Piala Asia U23 2024.
“Yang perlu dicari tim performa analis kita, tim Thailand atau tim Vietnam itu dia akan main dengan (tim di) Piala Asia-nya. Atau main dengan tim yang berbeda,” lanjutnya.
Pada Piala Asia U23 2024, Timnas Indonesia mencapai semifinal, sementara Thailand terhenti di fase grup dan Vietnam gugur di perempat final.
Rekaman Myanmar dan Filipina Sudah Dikantongi
Indra menyebut bahwa beberapa video pertandingan calon lawan lain di Grup C telah tersedia, meski validitasnya belum dapat dipastikan sepenuhnya.
"Ini yang kita belum dapat informasi tentang kedua tim ini. Tapi tim Myanmar, tim Filipina, timnya Singapura kita sudah mendapatkan beberapa rekaman pertandingannya. Apakah valid itu saya juga engak bisa jamin," ujar Indra Sjafri.
Meski begitu, ia percaya perubahan kualitas tim-tim Asia Tenggara tidak akan terlalu drastis.
Pelatih Timnas U22 Indonesia Indra Sjafri dan bek Kadek Arel berbicara depan media pada sesi konferensi pers jelang Timnas U22 Indonesia vs Mali, di Jakarta Jumat (14/11/2025).
“Tetapi setidaknya hampir dua tahun sekali, dan bahkan tidak dua tahun sekali, setahun sekali, saya bermain di level Asia Tenggara. Dan mungkin kalau ada kemajuan atau kemunduran (dari tim-tim pesaing) ya tidak banyak,” tambahnya.
Persiapan Garuda Muda Jelang SEA Games 2026
Di luar analisis mengenai Thailand dan Vietnam, Indra juga menegaskan bahwa laga uji coba menghadapi Mali menjadi bagian penting dalam perakitan kerangka tim menuju SEA Games.
"Kita tak bisa lagi menentukan pergantian-pergantian banyak. Pertandingan nanti hanya 5 pergantian pemain karena ini uji coba terakhir menuju SEA Games," tegasnya.
"Kita ingin pemain yang jangan text book tapi bisa merespons apa yg bisa dilakukan lawan secara baik," imbuh Indra Sjafri.
Tim pelatih pun telah menganalisis pertandingan Mali melawan Prancis dan Panama untuk menyiapkan skema terbaik.
"Mereka bermain dengan cara berbeda. Secara taktis sangat bagus. Terkenal dengan individu-individu berkualitas kami sudah merespons dengan taktis yang realistis," ungkap Indra.
Ia memastikan bahwa formasi dan susunan pemain tidak akan banyak berubah karena fokus utama adalah finalisasi skuad.
"Terakhir, saya tidak akan banyak berganti tim. Dua pertandingan ini akan dimaksimalkan untuk pemain-pemain yang akan dibawa ke SEA Games," pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.