Transformasi Bisnis Berkelanjutan, TBS Energy Integrasi Tiga Pilar Utama
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mematangkan langkah transformasi menuju bisnis rendah karbon dan berkelanjutan melalui integrasi pada tiga pilar utama, yaitu pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.
Presiden Direktur & CEO TBS Dicky Yordan mengungkapkan, transformasi ini merupakan kelanjutan dari inisiatif TBS2030, peta jalan menuju netral karbon yang diluncurkan pada 2021.
“Transformasi ini bukan sekadar pergantian identitas, melainkan representasi dari perjalanan panjang TBS untuk menjadi perusahaan yang fokus pada bisnis berkelanjutan,” ujar Dicky dikutip dari keterangannya, Kamis, 13 November 2025.
“Kini kami memasuki babak baru, memperkuat sinergi lintas unit bisnis, dan menghadirkan solusi hijau yang memberi nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat,” tambahnya.
Dia menjabarkan, dalam tiga tahun terakhir, TBS telah memperluas jejaknya di sektor pengelolaan limbah dengan mengakuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES) dan ARAH Environmental Indonesia (ARAH).
Langkah tersebut dilanjutkan dengan akuisisi penuh terhadap Sembcorp Environment Pte Ltd (SembEnviro) di Singapura, yang kini bertransformasi menjadi CORA Environment. Integrasi ini, kata Dicky, menandai ekspansi regional TBS sekaligus memperkuat kapabilitas operasional, teknologi, dan skala bisnis di Asia Tenggara.
TBS Energy.
Di bidang energi terbarukan, TBS telah mengoperasikan pembangkit listrik mikrohidro 2x3 megawatt (MW) di Lampung sejak Januari 2025. Sementara itu, proyek Tembesi Floating Solar Power Plant berkapasitas 46 MWp di Batam, yang berkolaborasi dengan PLN Nusantara Power, tengah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan tahun depan.
Sementara di sektor kendaraan listrik, TBS melalui Electrum terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik terintegrasi, mencakup perakitan kendaraan, teknologi baterai, infrastruktur penukaran baterai, dan pembiayaan hijau.
Seiring dengan transformasi itu, TOBA meluncurkan logo baru dengan simbol yang terinspirasi dari tenun ikat dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Toraja maupun Flores.
Perusahaan juga memperkenalkan TBS Foundation sebagai platform yang berfokus pada pembentukan nilai sosial dan pengembangan inisiatif sosial perusahaan. TBS Foundation berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Quality Education, Thought Leadership & Policy Advocacy, dan Impact Capital.
Chairwoman TBS Foundation Juli Oktarina mengatakan pihaknya ingin memastikan setiap langkah bisnis TBS membawa manfaat sosial yang terukur dan berkelanjutan melalui TBS Foundation.
“Aspirasi kami ingin menciptakan ruang kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk melahirkan gagasan dan inisiatif yang berdampak nyata bagi ekonomi hijau,” ujarnya lagi. (Ant)