Tanggung Jawab Chivu Atas Penampilan Tersendat Inter Milan Vs Kairat
Inter Milan kembali meraih kemenangan di ajang Liga Champions 2025-2026 setelah mengalahkan Kairat Almaty dengan skor 2-1 pada laga di Giuseppe Meazza, Rabu (5/11/2025) malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.
Gol-gol kemenangan Nerazzurri di laga Inter Milan vs Kairat Almaty dicetak oleh Lautaro Martinez pada menit ke-45 dan Carlos Augusto di menit ke-67.
Sementara tim debutan asal Kazakhstan itu sempat menyamakan kedudukan lewat sundulan bek Ofri Arad pada menit ke-55.
Meski menang, performa Inter jauh dari kata dominan.
Laga berlangsung sulit, dan untuk pertama kalinya musim ini gawang Inter kebobolan di ajang Liga Champions — ironisnya, melawan tim yang baru pertama kali tampil di kompetisi elite Eropa tersebut.
“Perlu sampai tengah babak bagi kami untuk bereaksi,” ujar pelatih Cristian Chivu kepada Sky Sport Italia seusai pertandingan.
“Saya mengambil tanggung jawab penuh karena sebagai pelatih saya gagal menanamkan mentalitas yang tepat kepada tim. Sikap itu penting dalam pertandingan seperti ini.”
Chivu: “Saya yang Harus Bekerja Lebih Keras”
Chivu mengakui bahwa timnya kesulitan menjaga intensitas permainan dan kehilangan fokus di sejumlah momen penting.
Ia menyebut jadwal padat bukan alasan untuk tampil di bawah standar.
“Saya sadar kami bermain setiap tiga hari, tapi kami tetap seharusnya bisa tampil lebih baik. Kami harus bermain lebih baik lagi,” kata pelatih asal Rumania tersebut.
Menurut Chivu, meski Inter akhirnya membawa pulang tiga poin, performa mereka menunjukkan perlunya peningkatan dalam hal mental dan konsentrasi.
“Saya akan ambil tiga poin ini karena penting untuk klasemen, apalagi empat laga berikutnya akan jauh lebih sulit. Tidak ada pertandingan Liga Champions yang mudah, bahkan melawan tim yang di atas kertas tampak lebih lemah,” ujarnya.
Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, merayakan gol pertama timnya pada laga Liga Champions antara Inter Milan dan Kairat Almaty di stadion San Siro di Milan, pada 5 November 2025.
Pelatih berusia 44 tahun itu juga menekankan bahwa tanggung jawab ada di dirinya, bukan para pemain.
“Saya yang harus bekerja lebih keras, bukan mereka. Saya harus menemukan kata-kata dan motivasi yang tepat untuk meningkatkan fokus dan sikap mereka. Itu tanggung jawab saya,” tegas Chivu.
Peran Lautaro dan Rotasi Tim
Dalam laga tersebut, Lautaro Martinez hanya tampil di babak pertama sebelum digantikan Ange-Yoan Bonny di paruh kedua.
Chivu menjelaskan bahwa pergantian tersebut sudah direncanakan sebelumnya dan bukan karena alasan taktis atau cedera.
“Itu sudah disepakati sebelumnya. Lautaro hanya akan bermain di babak pertama,” kata mantan pemain yang menjadi anggota tim Inter juara treble 2010 bersama Jose Mourinho tersebut.
“Dia penting untuk memimpin tim sejak awal, dan berhasil mencetak gol setelah sempat dikritik karena belum mencetak gol dalam beberapa pertandingan terakhir.”
“Sebagai kapten, dia menginspirasi tim dan melakukan tugasnya dengan baik. Setelah itu, kami memutuskan untuk memberinya waktu istirahat karena dia hampir selalu bermain dalam enam laga terakhir,” tambah Chivu.
Dengan kemenangan ini, Inter memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen sementara Liga Champions dengan nilai sempurna dari empat laga, namun Chivu menegaskan bahwa pekerjaan belum selesai.
“Kami harus memperbaiki cara kami memulai laga, meningkatkan konsentrasi, dan memastikan tidak kehilangan kendali seperti malam ini,” tutupnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.