Federico Valverde Paksa Main di El Clasico dengan Kondisi Demam Tinggi
Cerita di balik laga El Clasico pada Minggu (26/10/2025) tak hanya berakhir dengan kemenangan 2-1 Real Madrid atas Barcelona.
Real Madrid berhasil membalas kekalahan mereka atas Barcelona pada musim lalu dengan tuntas.
Di balik kemenangan itu, terdapat beberapa kejadian yang mendapat sorotan pada pertandingan Real Madrid vs Barcelona.
Kerusuhan yang melibatkan pemain Real Madrid dengan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, serta konflik internal antara Xabi Alonso dan Vinicius Jr ikut mewarnai laga ini.
Selain itu ada sejumlah kejadian yang tak banyak diketahui terjadi di laga Real Madrid vs Barcelona.
Salah satunya adalah mentalitas Federico Valverde yang tetap memaksa bermain di El Clasico dalam kondisi demam tinggi.
Alasan itu yang membuatnya tak bisa bermain penuh di laga ini dan digantikan oleh Dani Carvajal pada menit ke-72.
Demam Tinggi Jelang El Clasico
Mengutip dari Diario AS, Federico Valverde diketahui mengalami sakit saat bangun tidur sebelum laga kontra Barcelona.
Meski merasa tak enak badan, Valverde berbicara dengan Xabi Alonso dan berusaha keras bermain di laga ini sebelum akhirnya digantikan pada menit ke-72.
"Ia terbangun dalam keadaan tidak enak badan dan berbicara dengan Xabi Alonso, tetapi ia tetap ingin bermain."
"Kondisinya semakin memburuk seiring berjalannya waktu; ia bertahan selama mungkin. Pada menit ke-72, Carvajal masuk," tulis Diario AS.
Belakangan, diketahui jika Valverde tidak mengalami cedera namun hanya demam tinggi, sakit kepala, dan gastoenteritis.
"Valverde tidak cedera; hanya demam. Rasa tidak enak badan yang terasa. Sakit kepala, gastroenteritis. Dan terlepas dari segalanya, ia memutuskan untuk bermain. Sebagai starter, sebagai bek kanan, untuk mengenakan ban kapten," sambung Diario AS.
Pemain Barcelona #10 Lamine Yamal (tengah) dibayangi #24 Dean Huijsen (kiri), #03 Eder Militao dan #05 Jude Bellingham (kanan) dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid vs Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 26 Oktober 2025. (Foto oleh Oscar DEL POZO / AFP)
Kondisi Memburuk di Lapangan
Demamnya sudah dirasakan saat malam sebelum pertandingan, dan perlahan-lahan memburuk.
Sampai pada akhirnya di menit ke-72, ketika ia tak tahan lagi, Ia melihat ke bangku cadangan dan menyampaikan bahwa performanya sudah mencapai 100%.
Xabi Alonso menghargai permintaan Valverde meski dalam kondisi memburuk.
Ia akhirnya memberikan kesempatan pemain asal Uruguay itu tampil semampunya.
"Gejala pertama muncul kemarin, hampir di menit-menit terakhir. Sangat ringan, tampaknya tidak perlu dikhawatirkan. Namun pagi ini... gejalanya memburuk," ujar Alonso.
Kondisi Valverde sempat masuk siaga kuning sesaat sebelum pertandingan.
Valverde mengalami demam, berkeringat, dan gastroenteritis. Alhasil dokter memberinya obat pereda nyeri meski tidak sepenuhnya membantu.
Sepanjang pertandingan, ia menunjukkan dua tanda ketidaknyamanan.
Saat jeda babak pertama, Carvajal keluar untuk pemanasan intensif, karena Fede sudah memberi sinyal bahwa ia merasa sangat tidak enak badan.
Kemudian, sekitar menit ke-60, ia berbaring dan meminta bantuan medis. Bukan karena cedera namun hanya demam tinggi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.