Peringatan Excessive Heat Muncul di Google, Apa Itu?

panas, cuaca panas, suhu panas, termometer, excessive heat, excessive heat artinya, Peringatan Excessive Heat Muncul di Google, Apa Itu?

 Sejumlah warganet membagikan peringatan Excessive Heat di berbagai kanal media sosial.

Pengguna akun X, @s****** membagikan prakiraan cuaca di Pulau Jawa akan terjadi excessive heat, dengan suhu terasa seperti 41 derajat Celsius.

Sementara akun @l***** juga mendapatkan notifikasi excessive heat dari aplikasi weather. Fitur cuaca (weather) pada ponsel menampilkan peringatan Excessive Heat atau panas menyengat dengan label Severe weather alert warna merah.

Peringatan muncul di ponsel

Notifikasi ini muncul otomatis di ponsel atau saat kita mengetik weather atau cuaca di fitur pencarian Google. Lantas, apa itu peringatan Excessive Heat sebenarnya?

Melansir laman resmi Google Help, peringatan “Excessive Heat” atau “Panas Ekstrem” akan ditampilkan ketika beberapa kondisi terpenuhi. Google menampilkan peringatan panas ekstrem jika:

⦁ Kombinasi suhu dan kelembapan mencapai tingkat yang berisiko bagi tubuh manusia, sesuai dengan ambang batas indeks panas (heat index danger threshold) yang ditetapkan oleh National Weather Service (NWS) di Amerika Serikat.

⦁ Suhu di wilayah tersebut jauh lebih tinggi dari kondisi normal dalam beberapa tahun terakhir.

⦁ Kondisi panas ekstrem berlangsung setidaknya selama dua hari berturut-turut.

Fitur ini selain menunjukkan peringatan suhu tinggi sesaat, juga memberi konteks bahwa gelombang panas yang terjadi benar-benar tidak biasa dan dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Penyebab cuaca panas menurut BMKG

Sementara menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), penyebab cuaca terasa sangat panas hari ini adalah karena pergerakan matahari.

Saat ini, posisi semu matahari bergeser ke arah selatan bumi karena pergerakan tahunan bumi mengelilingi matahari. Bagian selatan Indonesia, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, menerima sinar matahari langsung dan intens.

Pergeseran matahari ini juga mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di Indonesia bagian selatan. Biasanya awan bisa menahan sebagian sinar matahari dan membuat cuaca terasa lebih teduh.

Namun, karena saat ini pertumbuhan awan hujan mulai jarang terjadi, khususnya di wilayah selatan, maka langit menjadi lebih cerah tanpa banyak tutupan awan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.