Penyebab Pemadaman Listrik di Bandara Ngurah Rai Bali Masih Diselidiki
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, mengalami pemadaman listrik yang berlangsung selama satu jam pada Jumat (10/10/2025) sore.
Kejadian ini menimbulkan kebingungan di kalangan pengunjung dan kemacetan di area keluar masuk bandara.
Penyelidikan Penyebab Pemadaman Listrik
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, mengonfirmasi bahwa tim teknis telah melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pemadaman listrik yang terjadi pada pukul 18.13 Wita hingga 19.18 Wita.
"Tim teknis segera melakukan penelusuran dan melakukan penanganan," ungkap Ahmad Syaugi Shahab, seperti yang dilansir dalam keterangan resmi, Jumat, dilansir dari Antara.
Pihak bandara juga telah melakukan penyesuaian layanan untuk mengurangi dampak dari pemadaman tersebut.
Sejumlah aktivitas penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan, terdampak, namun pihak bandara berupaya agar pelayanan tetap berjalan dengan optimal.
Upaya Penyesuaian Layanan Selama Pemadaman
Selama pemadaman, bandara melakukan penyesuaian dalam proses check-in yang dilakukan secara manual, untuk mengurangi kepadatan di area check-in.
Petugas juga disiagakan untuk mengatur alur penumpang di ruang tunggu dan mengarahkan mereka menuju area boarding gate.
"Untuk mengurai kepadatan di area check-in, kami menyiagakan petugas untuk mengatur alur penumpang," jelas Ahmad.
Dampak pada Penerbangan dan Total Penumpang
Sejumlah penerbangan mengalami gangguan, namun pihak bandara masih menghitung jumlah pesawat yang terdampak oleh pemadaman listrik tersebut.
Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani 64 rute domestik dan internasional dengan 53 maskapai yang beroperasi.
Berdasarkan data Agustus 2025, rata-rata pergerakan pesawat harian di bandara ini mencapai 416 pergerakan dengan total penumpang sekitar 75.319 orang, setara dengan 3.138 penumpang setiap jamnya.
Sembari terus berupaya mengatur alur penumpang dan penerbangan, pihak pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian tersebut.
Sebagian artikel telah tayang di .
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.