Drama di F1 GP Singapura 2025: Ketegangan Pebalap Warnai Gelar McLaren

Formula 1, McLaren, Lando Norris, Oscar Piastri, Drama di F1 GP Singapura 2025: Ketegangan Pebalap Warnai Gelar McLaren

McLaren dipastikan meraih gelar konstruktor F1 2025 usai GP Singapura 2025. Namun, kesuksesan itu dibayangi ketegangan dua pebalap mereka Oscar Piastri dan Lando Norris.

F1 GP Singapura 2025 telah rampung digelar di Sirkuit Marina Bay, Minggu (5/10/2025)

Oscar Piastri yang kini memimpin klasemen pebalap F1 2025, terlihat frustrasi setelah Lando Norris membuat start luar biasa dari posisi kelima dan berhasil menyalipnya pada tikungan awal.

Benturan pebalap yang merupakan rekan setim di McLaren itu tak terhindarkan. Keduanya bersenggolan roda dengan roda

Pada, akhirnya Lando Norris finis di posisi ketiga dan Piastri di urutan keempat F1 GP Singapura.

Podium pertama ditempati oleh pebalap Mercedes, George Russell. Jagoan Red Bull, Max Verstappen, menghuni tempat kedua.

“Jadi, apakah kita baik-baik saja dengan Lando yang tadi menabrak saya begitu saja?” demikkian keluhan Piastri yang terdengar melalui radio timnya.

Norris membantah dirinya bertindak terlalu agresif dalam insiden yang nyaris membuat kedua mobil gagal menyelesaikan balapan.

“Saya pikir jika Anda menyalahkan saya karena menempatkan mobil saya di sisi dalam ketika ada celah besar, maka saya rasa Anda seharusnya tidak berada di Formula Satu,” ujar Norris kepada para jurnalis.

Meski Piastri masih memimpin klasemen pembalap, Norris memangkas jarak menjadi 22 poin. Perebutan gelar juara pebalap masih terbuka dengan adanya enam seri Grand Prix dan tiga sesi sprint tersisa musim ini.

Usai merampungkan balapan F1 GP Singapura yang berjalan sepanjang 62 lap, Oscar Piastri tampak sudah lebih tenang.

“Saya perlu melihat tayangan ulangnya lebih dulu,” kata Piastri kepada wartawan.

“Jelas, hal utama adalah dua mobil yang saling bersentuhan bukanlah sesuatu yang kami inginkan.

“Saya akan melihatnya lebih detail nanti dan menarik kesimpulan saya sendiri,” ucapnya menjelaskan.

Bos tim McLaren, Andrea Stella, menegaskan bahwa kedua pebalap tetap diizinkan saling bersaing bebas hingga akhir musim.

“Kami ingin melindungi konsep ‘biarkan mereka balapan’ ini,” ujar Stella kepada media.

“Mereka berdua adalah individu yang hebat, kontributor yang luar biasa, dan itulah sebabnya kami bisa sukses sejauh ini.

“Dan tentu saja kami akan bekerja keras untuk memastikan hal itu tetap berlaku hingga musim berakhir.”

CEO McLaren, Zak Brown, mengatakan bahwa insiden pada lap pertama itu merupakan bagian dari balapan yang keras tetapi tetap berlangsung bersih.

“Ketika Anda memiliki tiga atau empat mobil berdekatan, hal seperti itu bisa saja terjadi.

“Seperti yang bisa Anda lihat, kami membiarkan mereka balapan.

“Itu memang sedikit membuat jantung berdebar, tapi mereka balapan dengan keras, mereka balapan dengan bersih, mereka balapan untuk menang.

“Masih banyak balapan tersisa dan semoga masih banyak kemenangan lagi untuk keduanya,” tutur Brown.

Gesekan antara kedua pembalap McLaren itu sebenarnya sudah mulai muncul dua seri sebelumnya di Italia, ketika tim meminta mereka bertukar posisi.

Instruksi tersebut muncul setelah pit stop lambat membuat Norris tertinggal di belakang Piastri.

Piastri kala itu terlihat kurang senang dengan keputusan tim, tetapi tetap menuruti perintah, yang kemudian dianggap Stella sebagai cerminan dari “nilai dan prinsip yang kami junjung di McLaren.”

Adapun McLaren sudah dipastikan meraih gelar konstruktor F1 2025 usai memuncaki klasemen dengan raihan 650 poin.

Mc Laren jauh meninggalkan pesaing terdekat, Mercedes, yang "baru" mengumpulkan 325 angka.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.